Berita - Posluhdes Karangtawang -->
Terbaru
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 September 2019

400 Tenaga Penyuluh Pertanian di Jabar Ikut Jambore Posluhdes

Tiga Posluhdes Terbaik Terbaik se-Jawa Barat 

KAB. BANDUNG BARAT – Sebanyak 400 tenaga penyuluh pertanian dari desa se-Jawa Barat mengikuti Jambore Pos Penyuluh Desa (Posluhdes) di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (24/9/19). Kegiatan tersebut sebagai ajang interaksi dan kolaborasi antar-penyuluh.

Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum berharap kegiatan tersebut dapat memotivasi para penyuluh untuk terus mendampingi petani. Hal itu, kata dia, penting dilakukan supaya pertanian di Jabar terus berjalan, dan kebutuhan pangan bisa terpenuhi.

"Saya harap para Posluhdes yang ada di sini tetap memberikan semangat kepada petani yang ada di daerah untuk tetap bertani, bertani, bertani," ucap Uu.

"Jangan sampai masyarakat harus mengantre untuk mendapatkan pangan. Itu tidak boleh sampai terjadi lagi. Kalau untuk mendapatkan pangan masyarakat harus nganter dan susah itu akan menjadikan rawan keamanan," tambahnya.

Uu juga mengatakan, petani merupakan profesi yang mulia karena hasil kerjanya banyak dinikmati masyarakat. "Karya dan jasa para petani ini adalah untuk menyambungkan hidup sebagai kebutuhan primer masyarakat," katanya. "Oleh karena itu, insan-insan pertanian adalah insan-insan yang sangat mulia," imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Uu menyebut beberapa tantangan petani saat ini. Mulai dari mempertahankan lahan pertanian, regenerasi petani, sampai fokus bisnis yang sudah tidak lagi di bidang pertanian.

"Wilayah pertanian hari ini semakin menyempit. Di Jawa Barat hasil perhitungan Bappeda sekitar sebelas persen lahan pertanian di Jawa Barat habis dipakai pembangunan. Kemudian, tantangan lain keluarga petani tidak menghasilkan anggota keluarga petani," ucapnya.

"Tantangan ketiga, ada anggapan jadi petani kurang sejahtera. Kita lihat sejarah orang-orang kaya di Indonesia kebanyakan menjual hasil pertanian rakyat dan petani. Artinya, kita bertani, kita fokus bisnis dalam pertanian tidak suram alias cerah tergantung kita yang mengelola," katanya.

Sedangkan, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Jabar Hendy Jatnika mengatakan, Jabar masih kekurangan tenaga penyuluh sekitar satu per tiga dari jumlah desa yang ada di Jabar. Saat ini, satu tenaga penyuluh menangani dua atau tiga desa. Idealnya, menurut aturan Kementerian Pertanian, satu orang penyuluh menangani satu desa.

"Provinsi Jawa Barat ingin terus mempertahankan produksi pertanian, sehingga harus ada penyuluhan, sehingga Pemerintah Provinsi Daerah (Pemdaprov) Jabar waktu itu tambah lagi penyuluh THL (Tenaga Harian Lepas) untuk mengurangi kesenjangan antara jumlah desa dengan jumlah penyuluh yang ASN," kata Hendi.

"Dan sampai saat ini penyuluh THL masuk tahun keempat dan dapat mengurangi kekurangan penyuluh yang ada di Jawa Barat. Memang tidak semua provinsi mampu membiayai penambahan penyuluh dari APBD-nya," tambahnya.

Hendi menyatakan bahwa Pemdaprov Jabar tidak ingin petani ditinggalkan oleh mitranya, salah satunya penyuluh. Penyuluh adalah pihak yang hadir mewakili negara dan pemerintah dalam mendampingi petani.

"Makanya Jawa Barat, Alhamdulillah sampai saat ini masih berkontribusi dan berkomitmen tetap mempertahankan penyuluhan untuk meningkatkan, mempertahankan produksi pertanian," kata Hendi mengakhiri.

Sumber: JabarProv.go.id

Selasa, 27 Agustus 2019

Memperkuat Penyuluhan, Mampu Kuatkan Petani

Memperkuat Penyuluhan, Mampu Kuatkan Petani
Penytuluh Pertaniann Bersama Petani akan sangat kuat

Prof (R) Dedi Nursyamsi memang baru dilantik Senin (29/7) sebagai Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Namun dirinya menaruh perhatian penting dalam penguatan penyuluhan di daerah dan keberlanjutannya di masa depan.

"Petani adalah eksekutor pembangunan pertanian. Dia berdiri paling depan, ibarat di peperangan. Karena itu dia (petani) harus tahan peluru, berlari cepat, menghindar cepat (luwes bergerak)," tutur Kepala BPPSDMP, Prof (R) Dedi Nursyamsi setelah Sertijab Eselon II Lingkup BPPSDMP, Selasa (30/7).

Karena itu, petani harus bisa mengungkit produktivitas, mengungkit produksi, termasuk pendapatannya. "Nah disinilah peran penyuluhan. Kita membuat bagaimana kapasitas petani itu meningkat, ilmunya meningkat, semangatnya meningkat, termasuk mendapatkan akses ilmu pengetahuan dan teknologi (informasi pasar, modal, dan distribusi). Penyuluhlah yang bisa seperti itu," bebernya.

Penguatan penyuluhan diakui Prof (R) Dedi bisa dilakukan dengan berbagai cara antara lain bisa melalui penyuluhan langsung, demplot, face to face dan demonstrasi lapang.

“Penyuluh itu sangat kreatif. Apalagi IT sekarang sudah meningkat. Saat ini sudah dibuat aplikasi-aplikasi untuk penyuluh dan penyuluhan. Itu artinya petani yang memiliki handphone (HP) android setiap saat petani bisa mengakses informasi-informasi penting dari Kementerian Pertanian. Sedangkan bagi petani yang belum memiliki handphone android, penyuluh bisa terjun langsung ke lapangan," tuturnya.

Penyuluh bersama Admin Posluhdes mampu menggunakan perangkat teknologi internet antaranya JARKOMLUHDES

Apalagi beragam aplikasi juga sudah dirilis oleh BPPSDMP untuk mempermudah penyuluh untuk mendapatkan akses ilmu seperti Cyber Extention, Apikluhtan dan lain sebagainya. "Karenanya, penyuluh harus berdaya, melek teknologi, sehingga mereka bisa menularkan ilmunya kepada petani," tuturnya

Posluhdes dan BPP

Sekretaris Badan PPSDMP yang sebelumnya menjabat Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Siti Munifah menambahkan untuk memperkuat penyuluhan di daerah diperlukan sinergi semua pihak, tak terkecuali penyuluh swadaya dan penyuluh swasta. “Mereka harus bersatu padu, jangan menjadi kompetitor satu dengan lainnya. Justru harus menjadi satu kekuatan di lapangan," katanya.

Untuk kongkrit kerjasamanya, Siti Munifah menuturkan bisa membuka diri dengan adanya Balai Penyuluh Pertanian (BPP) di tingkat kecamatan. “BPP bisa menjadi wadah mereka berdiskusi, membuat demplot, mengumpulkan poktan, dan menjadi wadah untuk belajar bersama,” tambahnya.

Penyuluh Pertanian dari UPTD wilayah binaan sedang berdialog dengan para petani

Siti Munifah mengungkapkan, BPP sebagai pusat data dan informasi pertanian di tingkat kecamatan dapat menjadi pusat pendidikan, pelatihan serta pusat pengembangan kemitraan.

Sedangkan di desa juga ada Pos Penyuluhan Perdesaan (Posluhdes) yang bisa diberdayakan dan diperankan penyuluh dan petani. “Posluhdes juga menjadi bentuk pelayanan peningkatan kemampuan masyarakat secara informal,” ujarnya.

Mengenai akses teknologi di BPP, Kementan sendiri akan mengalokasikan sekitar Rp 963 Milyar untuk Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPPSDMP) dalam bentuk DAK Fisik Penugasan guna rehabilitasi maupun pembangunan baru Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di daerah.

Akan ada 1200 BPP yang difasilitasi dengan anggaran DAK 2020. Dalam Simluhtan, tercatat ada 5600 Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dengan kondisi yang berbeda-beda. "DAK Penugasan fisik ini hanya untuk pembangunan, rehabilitasi dan perlengkapan sarana prasarana. Sedangkan untuk kegiatan di BPP menggunakan Dana Dekon," tutup Munifah.


Sumber: Tabloidsinartani.com

Kamis, 22 Agustus 2019

Kedatangan Tamu Senior Penyuluhan untuk "peresmian" LABORATORIUM LAPANG JARKOMLUHDES

Kedatangan Tamu Senior Penyuluhan untuk "peresmian" LABORATORIUM LAPANG JARKOMLUHDES
Kunjungan PPL Senior antar Posluhdes dari berbagai Kabupaten di Jawa Barat

Hari ini (21 Agustus 2019 - red) Posluhdes Karangtawang kedatangan tamu yaitu Abah Haji Kosasih Odang (PPL Senior Bandung), Bapak Gunawan, Bapak Ardi serta para koordinator Admin Jarkomluhdes berprestasi yaitu Bapak Ayi Supriatna dari Kab. Bandung, Bapak Yosep Mulyana dari Kab. Garut dan Bapak Diman Mardian dari Kab. Ciamis.

Kunjungan para tetamu terhormat ini, kami (Posluhdes Karangtawang) sambut di lokasi Blok Sawah Kapatihan yang termasuk dalam area Dusun Jatinunggal.

Turun Hadir dari Dinas Pertanian Kabupaten Bapak Komar dan Bapak Hadi berserja jajaranya ikut memberikan aspirasi dan dukungan.

Dalam rangka kedatangan ini Posluhdes Karangtawang mendapat kesempatan secara perdana, untuk pertama kalinya Posluhdes Desa Karangtawang menjadi LABORATORIUM LAPANG JARKOMLUHDES yang "diresmikan" oleh Bapak Gunawan sendiri bersama rombongan.

Para Tetamu dan Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan fokus mendengar penjelasan dari Abah Odang kepada Poktan.

Menurut Bapak Gunawan sebagai penyedia layanan JARKOMLUHDES, Karangtawang terpilih karena kemampuan sumberdaya, lokasi dan kamampuan tim Posluhdes Karangtawang yang mandiri dari segi Teknologi Informasi dalam penyelenggaraan jika nanti pertanian berbasis teknologi di adobsi oleh petani di sekitarnya.

Pembukaan dan taklimat singkat dari H. Kosasih Odang atau Abah Odang (PPL Senior Bandung)

Dalam Rangka pemerintah sedang berinovasi dalam mengembangan program "PETANI MILENIAL" tentu teknologi tidak jauh dari kalangan Milenial ini tanpa harus mengucilkan "Petani Jaman Kolonial".

Istilah "Petani Jaman Kolonial" penulis pinjam dari ucapan Bapak Haji Kosasih Odang (Abah Odang) dimana meski Petani Milenial mempunyai kemampuan menguasai teknbologi, tentu petani warga emas seperti Abah Odang dan yang lainya juga mampu berkolaborasi bersama.

Trial Demo Drone oleh Tim Penyedia Layanan Jarkomluhdes

Banyak hal yang di sampaikan oleh Moderator Acara hari ini yang di pandu oleh Abah Odang dengan penjelasan yang santai dan di sulami canda dan tawa namun menggelitik dan penuh edukasi. Penulis melihat, pendekatan Abah Odang dalam menjelaskan segala macam permasalahan pertanian sangat mudah di adopsi oleh kalangan manapun.

Turun hadir salah satu poktan Bapak Edi dan anggota yang rata berusia kalangan muda. Masing-masing dari mereka menggarap aneka jenis tanaman termasuk strawbery, pepaya, vanila, tomat cabe dan lainya.

Dalam rangka acara ramah tamah  dan bersantai tersebut di ada Quiz sebuah pertanyaan dari Abah Odang, dimana yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar dan lengkap akan di berikan Hadiah FlashDisk OTG dengan kapasitas 32GB. Dan ternyata berhasil di jawab oleh Ibu Ninin Setianingsih PPL Wilayah Binaan IV dari UPTD Kuningan yaitu PPL untuk desa Karangtawang.

Hadiah Quiz dimenangi oleh Ibu Ninin Setianingsih PPL Wilayah Binaan IV

Sungguh banyak kesempatan yang didapat dan direncanakan buat Posluhdes Kaarangtawang dan semoga Posluhdes Karangtawang mampu membawa membantu menyuluh pertanian kepada petani dan masyarakat keseluruhanya.

Bapak Ardy dari Tim Penyedia Layanan Jarkomluhdes dengan Peralatan Drone yang di jadikan alat Demonstrasi

Di kesempatan itu juga Bapak Gunawan bersama Tim beliau ikut mendemontrasikan penggunakan Drone yang mampu membuat liputan tanaman pertanian dan perkebunan untuk dilakukan analisis.

Bahkan menurut beliau (Bapak Gunawan - red), selain drone yang berfungsi melakukan analisis ini, mereka juga mempunyai tim khusus yang melayani Drone dengan kemampuan menyiram petisida dan pupuk dalam skala besar. Tentu hal ini cukup bermanfaat, murah dan mampu mengurangi biaya pekerjaan pertanian dan efesiensi waktu yang cukup baik.

Sedang fokus menyimak proses Demo dan Trial Drone bagi pengawasan pertanian dan pertkebunan.

Semoga kedepanmya Posluhdes Karangtawang mampu memberikan yang terbaik dan menerima yang baik juga dari petani, kepada petani dan untuk petani. Tentu Posluhdes Karangtawang tidak mampu melakukannya sendiri tanpa dukungan dari pemerintah Desa, Elemen Masyarakat dan khususnya Petani itu sendiri.

Berikut dibawah ini kami bagikan photo-photo kegiatan ;- (kredit photo oleh Ibu Ninin Setianingsih)


Salam Petani!

Rabu, 07 Agustus 2019

Desa Karangtawang Kikis Kemiskinan dengan Inovasi

Desa Karangtawang Kikis Kemiskinan dengan Inovasi
Kantor Kepala Desa Karangtawang - Kabupaten Kuningan

Warga Desa Karangtawang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mungkin tak pernah mengira bahwa desanya akan berubah signifikan.

Jalanan desa yang dulu becek dan berlumpur sekarang sudah jadi mulus dan bersih. Desa berudara sejuk ini semakin berbenah diri semenjak dana desa dicairkan untuk pembangunan desanya itu.

Permasalahan di Desa Karangtawang pada umumnya sama dengan desa lain yaitu masalah ekonomi. Mengatasi persoalan itu tentu membutuhkan beragam terobosan, agar bisa hidup sejahtera, dan berkecukupan yang menjadi impian semua orang.

Desa yang mempunyai penduduk sebanyak 4.365 jiwa dari 1.137 KK yang terbagi di tiga dusun itu perlu perbaikan ekonomi dan kesejahteraan hidup. Dengan landasan itu, pemerintah desa terus melakukan inovasi di berbagai bidang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

Dana desa dari pemerintah pusat digunakan dalam usaha mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, melalui berbagai program yang disesuaikan dengan sumber daya yang tersedia di wilayahnya.

Sebelum ada dana desa, pemerintah desa hanya bisa mendapatkan anggaran dari hibah provinsi dan itu pun tidak seberapa, tentu untuk pembangunan fisik desa juga sangat kekurangan.

“Sebelum ada dana desa, kami (Pemerintah Desa) hanya mengandalkan dana dari provinsi dan tentu sangat sedikit,” kata Sekretaris Desa Karangtawang, Oleh Solehudin, beberapa waktu lalu.


Pembangunan infrastruktur

Dari dana desa pertama yang diperoleh, Pemerintah Desa Karangtawang langsung melakukan pembangunan infrastruktur desa, terutama jalan pedesaan yang dahulu hanya jalan setapak yang kalau hujan itu berlumpur dan jika musim kemarau berdebu, kini sudah ditata dengan jalan cor.

Desa Karangtawang kini tidak lagi memiliki jalan yang rusak, karena dari akses utama desa sampai jalan setapak sudah diperbaiki berkat dana desa.

“Lihat saja sekarang jalan tidak ada yang tanah, semua sudah kami beton, ini upaya untuk mempermudah akses masyarakat,” kata Oleh sambil menunjukkan jalan setapak yang sudah mulus.

Dana desa itu juga dipakai untuk menyulap kantor desa, yang dahulu hanya satu lantai dan sudah banyak yang rusak kini diubah menjadi dua lantai. Tidak hanya itu, kantor juga dibangun sebagai gedung serbaguna.

“Kami juga membuat gedung serbaguna, kadang digunakan untuk olahraga, tidak jarang juga dijadikan tempat resepsi pernikahan warga sekitar,” ujarnya.


Kikis Kemiskinan, Tingkatkan kesejahteraan

Oleh mengatakan dahulu penduduk miskin yang berada di Desa Karangtawang jumlahnya mencapai seribuan, namun kini penduduk miskin yang tercatat hanya ada 200-an orang saja, tentu ini merupakan kerja keras dari masyarakatnya sendiri dan juga peran pemerintah.

Gotong-royong menjadi salah satu kegiatan warga Desa Karangtawang

Inovasi terus dilakukan oleh pemerintah desanya untuk menjadikan warganya semakin mandiri secara ekonomi. Salah satunya adalah dengan membuat kios di jalan utama penghubung antar desa, di mana kios-kios itu disewakan kepada warga desa untuk dijadikan tempat usaha.

Saat ini kios yang dibangun menggunakan dana desa tersebut sudah bisa menggerakkan perekonomian warga sekitar dan nantinya akan terus dikembangkan, agar benar-benar bisa membantu meningkatkan kesejahteraan.

“Kami membangun delapan kios, yang dananya bersumber dari dana desa. Selain bisa memberikan peluang usaha kepada warga, juga bisa menjadi pemasukan kas desa untuk uang sewanya,” ujar Oleh.

Ke depan, kata Oleh, Pemerintah Desa Karangtawang akan berupaya membangun lebih banyak kios yang bisa disewakan kepada warga, dan bahkan berencana membangun pasar desa dalam rangka meningkatkan ekonomi warga. (Ant)


Sumber: Jurnal Jabar

Rabu, 17 Juli 2019

Demo Drone Mapping di Blok Tajur, Dusun Jatinunggal, Desa Karangtawang



Demo Drone Mapping di Blok Tajur, Dusun Jatinunggal, Desa Karangtawang oleh tim PT. Eidara Matadata Presisi bekerjasama dengan PT. Danarta Saudara Sejahtera. Demonstrasi ini diinisiasi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan. Posluhdes Karangtawang di bawah PPL UPTD/BPP Kuningan Wilayah Binaan Ibu Ninin Setianingsih SP dan Pelaksana Pos Penyuluhan Desa Karangtawang Bapak Budiawansyah. Turun Hadir bersama Bapak Hadi Hartono S.Si., M.Si. Kepala Sub Bagian Program, Penata Tk.I (III/d) Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan.

Rabu, 10 Juli 2019

Tasikmalaya akan menjadi kota Tuan Rumah HKP Ke-47 Provinsi Jawa Barat

Tasikmalaya akan menjadi kota Tuan Rumah HKP Ke-47 Provinsi Jawa Barat
21 Juni Hari Krida Pertanian (Photo oleh Greeners)

Hari Krida Pertanian adalah hari besar bagi pertanian yang diadakan setahun sekali di Indonesia. Hari ini diperingati oleh tokoh-tokoh pertanian, peternakan, para pegawai dan pengusaha di dalam pertanian dan perkebunan pada setiap 21 Juni.

Tujuan diambilnya tanggal 21 Juni ini mempunyai latar belakang seperti ini:

  • Ditinjau dari sisi astronomis, pada tanggal 21 Juni adalah posisi di saat matahari memberikan tenaga kehidupan bagi tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia, berada pada garis Balik Utara (23 ½° LU), pada saat itu keadaan proses produksi tanaman berakhir dan akan dimulai untuk persiapan produksi selanjutnya sehingga para petani akan menyatakan syukur atas panen raya.
  • Berdasarkan sistem pembagian musim yang disebut Pranata Mangsa, yaitu suatu sistem pembagian musim (12 musim) yang diuraikan secara lengkap meliputi hujan, angin, serangga, penyakit unggas, dan lain sebagainya. Sehingga tanggal 21 Juni dianggap sebagai permulaan musim dan masa yang baik untuk penanaman kembali.

Maka, bisa juga pada hari ini, dianggap sebagai hari bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbangga hati sejenak. Seraya melakukan reboisasi, memeperbaiki irigasi, dan lain-lain. Dari sini, Hari Krida Pertanian merupakan hari penghargaan kepada orang, keluarga dan masyarakat yang dinilai berjasa dan berprestasi dalam pembangunan bangsa dan negara, khususnya pembangunan di sektor pertanian.


Tasikmalaya menjadi Tuan Rumah HKP ke-47 2019

Tahun ini Kota Tasikmalaya menjadi tuan rumah gelaran akbar Hari Krida Pertanian (HKP) ke-47 tingkat Provinsi Jawa Barat yang pelaksanaannnya akan dipusatkan di Stadion Dadaha, Komplek Olah Raga Dadaha Kota Tasikmalaya dari tanggal 16 hingga 18 Juli 2019.

Dikutip dari Indikatornews, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya Iwan Kurniawan, S.IP, SH, M.Si saat Rakor HKP ke-47 di kantornya Jalan Leuwidahu, minggu (7/7/2019) menyatakan;

“Untuk menunjukkan rasa syukur dan penghargaan serta untuk memberikan motivasi atas perkembangan dan keberhasilan di bidang pertanian. HKP kali ini mengusung semangat mewujudkan petani milennial menuju Jawa Barat Juara lahir bathin", papar beliau.

Hari Krida Pertanian (HKP) yang ke-47 tahun 2019 ini menurut Iwan sekaligus merupakan momentum memperingati keberhasilan pembangunan pertanian di Jawa Barat serta sebagai ajang pengembangan minat dan bakat generasi muda terhadap sektor pertanian dalam rangka meregenerasi pelaku utama sektor pertanian untuk kemajuan pembangunan selanjutnya.

Berbagai kegiatan menarik dan menghibur tambah Iwan akan meramaikan HKP ke-47 yang disajikan dalam konsep menarik seperti Rembug Madya, Temu Profesi dan Temu Wicara, Pameran dan Gelar Teknologi serta aneka lomba bagi para insan tani kreatif.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya Iwan Kurniawan, S.IP, SH, M.Si (Photo oleh Indikatornews)

Koordinator seksi Kesekretariatan Ir. Andang Hidayat, menambahkan, HKP ke-47 tingkat Provinsi Jawa Barat akan dihadiri dan dibuka Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan kegiatan inti Rembug Madya KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan), Temu Wicara, Aneka Lomba, Demontrasi pada Stand KTNA Kabupaten/Kota (27 daerah se-Jawa Barat), Teleconfrence pengembangan jaringan Informasi Agribisnis, Temu Profesi, Gelar Teknologi (demplot), Klinik Tanaman, Karya Wisata dan Bakti Sosial serta Temu Usaha.

“Sedangkan produk yang ditampilkan meliputi produk pertanian, peternakan dan perikanan, Prospek investasi dan potensi daerah, pendidikan/lembaga kursus, makanan dan minuman olahan, perusahaan pertanian, hasil pertanian dan perkebunan, mesin-mesin ringan, agrobisnis dan agroindustri serta aneka produk lainnya,” jelas Andang

Untuk menguji pengetahuan dan keterampilan terutama dalam bidang pertanian lanjut Andang, diadakan berbagai lomba untuk para peserta seperti ; Lomba Stand Pameran, Lomba produk unggulan (sayur dan buah), Lomba mengemas benih lele, Lomba bongkar pasang traktor, Lomba asah terampil, Lomba Inovasi teknologi, Lomba Okulasi buah, Lomba Kupas, Belah dan Cungkil Kelapa, Lomba paduan Suara, Lomba Tebak Kelamin DOC serta Lomba membuat Vlog. “Ada pula lomba mewarnai anak TK, Gerakan Minum Susu dan gemar makan Ikan, Mancing Mania dan Wisata ke Objek Wisata Karang Resik serta penyerahan penghargaan setiap lomba,” pungkas Andang.

Sumber: Indikatornews

Jumat, 05 Juli 2019

Hari Krida ke 47 tahun 2019, Pemkab Kuningan mendukung ketahanan pangan

Wakil Bupati Kuningan M. Ridho Suganda membuka Peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke 47 (Photo oleh pojoksatu)
Peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-47 Kabupaten Kuningan dilaksanakan di Kecamatan Luragung, Rabu (3/6/2019).

Ketua panitia sekaligus Ketua KTNA Kabupaten Kuningan, H. Aripudin, mengatakan, pemerintah berusaha melindungi terhadap resiko kegagalan berusaha tani dengan menggulirkan asuransi bagi petani. Selain itu, pemerintah mensosialiasikan kartu tani yang berguana untuk mendapatkan akses subsidi sarana produksi.

“Peringatan Hari Krida Pertanian merupakan hari bersyukur, berbangga hati, mawas diri, dharma bhakti dan penghargaan bagi masyarakat tani sebagai kelompok masyarakat terbesar dari penduduk Kabupaten Kuningan,” ucapnya.

Selian itu, HKP sebagai media komunikasi untuk menyampaikan dan memperoleh informasi keberhasilan pembangunan pertanian melalui berbagai kegiatan.

“Rutinitas pengembangan produk pertanian, terus dilakukan melalui rapat kerja dan praktek langsung pengolahan varietas atau jenis tanaman,” jelas dia.

Wakil Bupati Kuningan M. Ridho Suganda dalam sambutannya, menuturkan, dia berharap peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) dapat menjadi pendorong untuk mengingkatkan keberhasilan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan di Kabupaten Kuningan.

“Khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan swasembada pangan, serta kesehjateraan masyarakat,” kata Wabup yang akrab disapa Edo ini.

Dia mengatakan, peringatan itu merupakan meomentum yang tepat bagi kita semua untuk bersyukur atas yang telah dicapai.

“Belajar dari kegagalan maupun keberhasilan senantiasa berusaha menciptakan kondisi yang lebih baik untuk mempertahankan dan terus berupaya meningkatkan keberhasilan,” kata Wabup.

Wabup menambahkan, sudah ada peralihan dari tenaga manusia menuju pemanfaatan teknologi untuk pengembangaan pertanian.

“Mereka juga memasarkan hasil pertanian meggunakan website maupun media sosial sehingga mampu menjangkau seluruh dunia,” imbuhnya. (Ipay)


Sumber: citrust

Kamis, 27 Juni 2019

Revolusi Industri 4.0 Sektor Pertanian, Petani Gunakan Remote Control saat Panen

Mentan Revolusi Industri 4.0 (Photo oleh Dok. Kementerian Pertanian)

Pertanian tak mungkin bisa mencukupi kebutuhan penduduk yang terus bertambah tanpa teknologi. Kementerian Pertanian (Kementan) berinisiatif menggenjot produktivitas pertanian dengan meluncurkan Revolusi Industri 4.0 di bidang pertanian untuk menjawab tantangan.

"Dunia saat ini telah memasuki era revolusi industri yang ke-empat atau disebut juga Industri 4.0, ditandai dengan penggunaan mesin-mesin otomasi yang terintegrasi dengan jaringan internet. Sektor pertanian juga perlu beradaptasi untuk menjawab tantangan ke depan. Ke depan olah lahan, tanam, panen hingga pengolahan dilakukan menggunakan remote control dari rumah," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (28/9/2018).

Amran juga menyampaikan mekanisasi pertanian merupakan salah satu komponen penting untuk pertanian modern dalam mencapai target swasembada pangan berkelanjutan. Inovasi dan pemanfaatannya oleh petani perlu terus didorong. Amran menyatakan anggaran Kementerian Pertanian untuk mekanisasi dan bantual alat mesin pertanian (Alsintan) saat ini sudah naik 2.000%.

Amran menjelaskan, ada lima teknologi utama yang menopang implementasi Industri 4.0, yaitu: Internet of Things, Artificial Intelligence, Human-Machine Interface, teknologi robotic dan sensor, serta teknologi 3D Printing. Kesemuanya itu mentransformasi cara manusia berinteraksi hingga pada level yang paling mendasar, juga diarahkan untuk efisiensi dan daya saing industri.

"Melalui implementasi Industri 4.0 disektor pertanian, diharapkan proses usahatani menjadi semakin efisien, sehingga terjadi efisiensi, peningkatan produktivitas, dan daya saing," jelas Amran menyambut peta jalan Making Indonesia 4.0 yang sebelumnya telah diluncurkan Presiden Joko Widodo. "Jika dulu tanam 1 hektare butuh Rp2 juta, kini ditekan lewat mekanisasi pertanian jadi Rp1 juta. Jika diterapkan 16 juta lahan pertanian, sudah hemat 16 triliun. Itu baru dari sisi tanam, belum panen dan sebagainya," tambah Amran.


Inovasi Untuk Produktivitas dan Daya Saing

Amran mengatakan, untuk mendukung revolusi industri 4.0, sektor pertanian yang akan datang sedang bereksperimen dengan model dan inovasi bisnis baru, yaitu: pertanian presisi, pertanian vertikal, pertanian pintar (smart farming). Data besar, sensor dan drone, alat analisis, internet pertanian dan otomatisasi alsintan adalah beberapa teknologi yang mendukung industri 4.0. Pemanfaatan Internet of Thing (IoT) dalam Internet Pertanian adalah untuk meng-connect benda-benda sekitar kita dengan internet melalui smarphone maupun gadget lainnya.

Hal tersebut melengkapi dan mengembangkan praktek pertanian modern yang selama ini sudah dijalankan termasuk dalam pemanfaatan irigasi, pengolahan lahan, penggunaan pupuk dan pestisida, pengembangan varietas tanaman baru, pengolahan pasca panen, hingga pemasaran.

Amran menyatakan, kementeriannya melalui Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) juga telah mendukung pengembangan Industri 4.0 dengan memanfaatkan teknologi-teknologi cloud computing, mobile internet dan mesin cerdas (artificial intelligence), kemudian digabung menjadi generasi baru yang dimanfaatkan untuk menggerakkan traktor sehingga mampu beroperasi tanpa operator (autonomous tractor), pesawat drone untuk deteksi unsur hara, dan robot grafting.

Pada acara tersebut, Balitangtan meluncurkan teknologi yang dikembangkan dengan kombinasi antara teknologi cloud computing dengan mobile internet, yaitu: UPJA Smart Mobile dan SAPA MEKTAN. UPJA Smart Mobile adalah aplikasi android yang digunakan untuk melakukan usaha jasa pengolahan tanah, jasa irigasi, jasa penanaman padi, jasa panen padi, jasa penggilingan padi, jasa jual benih, jasa jual gabah, jasa pelatihan untuk operator alsintan, perawatan dan perbaikan alsintan, dan jasa penjualan suku cadang alsintan.

"Sementara, SAPA MEKTAN adalah aplikasi administrasi pengujian alsintan online berbasis android dan berbasis web yang digunakan di Laboratorium Penguji BBP Mektan," ujar Amran.

Peluncuran inovasi teknologi mekanisasi lainnya yang dihasilkan Balitbangtan, antara lain: Smart irrigation, smart green house, telescoping boom sprayer, mobile dryer, rice Upland Seeder by Farm Dozer, jarwo riding transplanter, penanam benih padi, alsin penanam tebu dan pemasang drip line irigasi, dan kandang ayam close system mendukung Program Bekerja (Bedah Kemiskinan, Rakyat Sejahtera).

"Semua inovasi teknologi Badan Litbang yang dilaunching hari ini diharapkan diadopsi dan diproduksi massal oleh para perusahaan alsintan yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas usahatani sehingga mampu meningkatkan produksi usahatani dan kesejahteraan petani," jelas Amran.

Amran mengakui peran perakayasa sangat penting, maka sejak awal kepemimpinannya, ia mendorong 1.128 peneliti Balitbangtan untuk melakukan inovasi dengan memberikan insentif berupa royalti. Amran juga meminta sejumlah stakeholder penting termasuk sejumlah kepala daerah, Kepala Pusat Bidang Diklat BPPT, Kepala PUSPIPTEK dan perwakilan dari sejumlah kampus, Perusahaan Alsintan, dan Para Perekayasa untuk mendorong sektor pertanian lebih berdaya saing.

Sumber: Okefinance

Sabtu, 17 Februari 2018

Jabar Targetkan 5.319 Desa Terhubung Jarkomluhdes

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Peresmian Jaringan Komunikasi Penyuluhan Desa (Jarkomluhdes)
Pemprov Jabar, menargetkan pada 2018 ini seluruh desa di Jabar yang berjumlah 5.319 desa akan terhubung dengan Jaringan Komunikasi Penyuluhan Desa (Jarkomluhdes). Menurut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, untuk merealisasika target tersebut, rencananya penambahan jaringan akan dilakukan di seribu desa.

"Sekarang baru di 375 desa yang ada di 18 kota/kabupaten kedepan tentu PR kita harus semua desa karena saya yakin di tiap desa ada anak yang sekolah dan pasti bisa mengoperasikan IT," ujar Ahmad Heryawan yang akrab disapa Aher kepada wartawan belum lama ini.

Menurut Aher, kini 375 Posluhdes tersebut terkoneksi melalui jaringan internet. Sehingga, para petani akan mudah mengetahui informasi tentang harga komoditas, potensi desa, rencana produksi, luas panen, hingga memudahkan memasarkan produk pertanian. Melalui Jarkomluhdes ini juga Gapoktan bisa berkomunikasi tatap muka langsung dengan stakheolder di Pemprov maupun Pemkot dan Pemkab melalui video conference dengan program VMeet PRO.

"Tentu ini urusan internetisasi desa-desa kita, urusan memasarkan produk-produk pertanian di desa kita mutlak harus pakai internet," katanya.

Alat Telekomunikasi berbasis Internet untuk Program Jarkomluhdes dari Pemrov Jabar (Photo oleh Ds. Cipatujah)

Pembuatan Jarkomluhdes, kata dia, dilatar belakangi oleh penyebaran informasi dan teknologi dalam pembangunan pertanian mulai dari hulu sampai hilir belum sepenuhnya bisa diterima dengan cepat, mudah dan murah oleh para petani. Tujuannya untuk memperkuat sistem dan jaringan penyuluhan pertanian berbasis teknologi digital guna meningkatkan produktivitas dan nilai tambah komoditas pertanian. Adanya jaringan ini juga akan berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani sertamendukung ketahanan pangan.

Selain untuk mendorong produksi juga untuk pemasaran, kata dia, perangkat IT yang dibangun di kelompok pertanian atau Gapoktan di desa-desa tersebut untuk alat komunikasi seperti konsultasi ke dinas, ke penyuluh dan informasi harga barang pendukung pertanian. "Disaat yang sama juga bisa menjadi sarana pemasaran dan sharing pendapat," kata Aher.


Sumber: Republika

Tips

[Tips][recentbylabel2]

Produksi

[Produksi][recentbylabel2]
Notifikasi :
Selamat Datang di situs web Posluhdes Karangtawang.
Semoga bermanfaat untuk semua pengunjung!
OK