Tips - Posluhdes Karangtawang -->
Terbaru
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 September 2019

Fero-Lanas, Cara Ampuh Pengendalian Hama Lanas yang Ramah Lingkungan

Fero-Lanas, Cara Ampuh Pengendalian Hama Lanas yang Ramah Lingkungan
Pengendalian Hama Lanas yang Ramah Lingkungan

Setiap kali bertemu atau melakukan penyuluhan kepada petani, masalah yang paling dikeluhkan adalah serangan hama penyakit. Itu terjadi karena memang hama penyakit ini yang paling sering menjadi penyebab utama turunnya produksi. Seperti di wilayah binaan saya yang komoditas utamanya adalah ubi jalar. Hama lanas atau boleng menjadi ancaman utama ketika petani menanam ubi jalar.

Sebenarnya jika agroekosistem sekitar tanaman itu sehat, insyaaAllah hama penyakit tidak akan bertahan lama. Seperti halnya tubuh manusia, meski kuman penyakit beredar di sekitar kita namun karena memiliki kondisi tubuh yang fit, maka kuman penyakit tersebut tidak akan menyerang.

Saya sudah membuktikannya pada tanaman padi yang terserang virus tungro. Awalnya tanaman padi banyak terserang, namun beberapa minggu kemudian pulih kembali padahal saya dan petani hanya mencabut tanaman yang sakit saja. Ternyata setelah berdiskusi dengan ahli PHT diketahui bahwa kondisi agroekosistem di lahan padi tersebut sangat baik sehingga virus akan hilang dengan sendirinya.

Sayangnya saya belum menemukan hal tersebut di pertanaman ubi jalar karena permintaan pasar yang menggiurkan membuat petani tidak mengindahkan beberapa prinsip budidaya tanaman yang baik. Makanya ancaman hama penyakit di tanaman ubi jalar juga cukup besar termasuk hadirnya hama lanas yang menjadi hama utama pada tanaman ubi jalar.

Artikel ini referensi dari situs evrinasp.com.

Untuk artikel selengkapnya silahkan dengan KLIK TAUTAN INI...


Sumber: Evrinasp.com

Selasa, 27 Agustus 2019

Waspadai Saat Bertanam di Musim Hujan

Waspadai Saat Bertanam di Musim Hujan
Persiapan Tanaman Musim Hujan (

Setelah melalui musim kemarau yang panjang, kini petani di sentra produksi pangan akhirnya bisa melepas dahaga dengan datangnya musim hujan. Petani pun telah bersiap mengolah tanahnya untuk menanam tanaman yang cocok ditanam di musim hujan, padi misalnya.

Meskipun kebutuhan air telah tercukupi saat musim hujan, petani akan banyak menuai kendala dan tantangan. Petani patut mewaspadai hal-hal yang dapat menyebabkan gagal panen.

Berikut ini ada beberapa hal yang perlu diwaspadai saat bertanam pada musim hujan.


Ledakan hama dan penyakit

Adanya fenomena kemarau basah dan musim hujan yang datang lebih awal, menjadikan kebanyakan dari petani akan mengubah pola penanaman menjadi padi-padi-padi. Pola penanaman yang seperti ini menjadikan siklus perkembangan hama penyakit tidak terhenti, sehingga dapat mendongkrak ledakan populasi hama penyakit.

Haman Tanaman

Potensi hama penyakit yang perlu diwaspadai pada tanaman padi diantaranya adalah hama penggerek batang padi, wereng coklat, tikus, kresek dan tungro. Sedangkan pada tanaman hortikultura meliputi serangan busuk daun, layu fusarium dan ralstonia, penyakit kresek, antraknosa, bercak daun alternaria dsb.

Tindakan monitoring dan pencegahan dini terhadap tanaman, khususnya terhadap keberadaan hama penyakit perlu dilakukan. Selain itu, pola tanam serentak dan pola tanam padi-padi-palawija dalam setahun dapat memutus siklus perkembangbiakan hama penyakit.


Intensitas sinar matahari

Tanaman untuk tumbuh normal membutuhkan sinar matahari yang cukup. Kondisi langit yang mendung menyebabkan sinar matahari yang mengenai tanaman tidak merata, sehingga menyebabkan proses fotosintesis terganggu.

Intensitas sinar matahari sangat berpengaruh pada tanaman

Untuk menghindari hal tersebut dapat dilakukan pengaturan cara tanam menggunakan sistem single rows (satu baris) atau double rows (dua baris). Dengan sistem ini, diharapkan sinar matahari dapat mengenai semua tanaman dan juga dapat meminimalisir timbulnya iklim mikro yang dapat memacu perkembangan penyakit.


Pemilihan komoditas

Tanaman Kentang sangat baik buat tanaman untuk daerah curah hujan tinggi

Pemilihan komoditas penting untuk dilakukan. Pemilihan bisa dilakukan berdasarkan kondisi curah hujan pada wilayah tertentu. Jika berada di wilayah yang curah hujannya tinggi, maka sebaiknya dipilih tanaman yang toleran terhadap kelebihan air seperti tanaman kentang. Sebaliknya, jika berada di wilayah yang curah hujannya tidak terlalu tinggi, sebaiknya dipilih jenis tanaman sayuran seperti cabai, bawang merah atau jenis kubis dan sawi.


Pertumbuhan gulma

Gulma

Biasanya, biji gulma yang sudah kering akan bertebaran pada musim kemarau dan akan tumbuh subur pada musim hujan. Keberadaan gulma ini dapat menurunkan hasil panen karena pertumbuhan tanaman utama akan terhambat. Beberapa jenis gulma juga dapat mengeluarkan zat yang bersifat toksik yang dapat menekan pertumbuhan tanaman budi daya.


Potensi lahan kebanjiran

Intensitas hujan yang meningkat saat musim hujan menyebabkan kapasitas air lebih dari biasanya. Maka hal yang perlu diwaspadai adalah sistem pembuangan air yang ada di lahan.

Tahan Tanaman Kebanjiran

Jika saat ini, Anda masih berada dalam tahap persiapan lahan, maka sebaiknya bedengan dibuat agak tinggi kira-kira 40cm. Tujuannya adalah agar kelembaban tanah di sekitar perakaran dapat terkontrol dan tidak berlebihan.

Dengan demikian, meskipun terkadang musim hujan dianggap menyusahkan petani (karena banyak serangan hama dan penyakit), tetapi musim hujan adalah musim yang ditunggu oleh sebagian besar petani di seluruh dunia.



Referensi:
bbpadi.litbang.pertanian.go.id
belajartani.com
msn.com
pikiran-rakyat.com

Selasa, 30 Juli 2019

Petani, Ayo Tinggalkan Pola Pikir Konsumtif dan Beralih ke Ekonomis

Petani, Ayo Tinggalkan Pola Pikir Konsumtif dan Beralih ke Ekonomis
Panen dan Ubinan di Blok Tajur, Dusun Jatinunggal, Desa Karangtawang (photo oleh Ninin Setianingsih)

Tidak mudah memang namun harus di lakukan meski sulit bagaimana cara agar pola pikir petani bisa berubah dari pola pikir Konsumtif menjadi Ekonomis.

Hal ini karena saat kami dari tim penyuluhan Posluhdes Karangtawang berkali-kali mengunjungi Kelompok Tani dari berbagai Poktan dan berkomunikasi dalam bentuk non-formal alias ngobrol santai di beberapa kesempatan belum lama ini menilai bahwa cara berfikir petani masih dalam skala Konsumtif.

Kami di tim penyuluhan sangat berharap Petani-petani kami mampu keluar dari cara berfikir yang, "cukup makan ya udalah...". Tidak, jangan sampai demikian terus!

Artinya, petani jika bertani/berkebun, maka hasilnya tidak hanya untuk dimakan, tetapi juga bisa dijual. Dengan demikian, ada pendapatan bagi keluarga dari usaha bertani/berkebun tersebut agar mampu memperbaiki ekonomi keluarga petani tersebut.

Kegiatan Demo Trial Mapping Drone di Blok Tajur, Dusun Jatinunggal, Desa Karangtawang

Mengubah pola pikir petani tersebut harus diikuti dengan cara bertani. Menurutnya, petani dengan sistem tradisional, lebih cenderung membuka usaha pertanian hanya memenuhi kebutuhan makan saja, sedangkan petani modern, membuka usaha pertanian dengan tujuan meningkatkan ekonomi keluarga.

Dengan begitu petani modern dalam menjalankan usaha pertaniannya, tentu saja memakai teknologi modern, mulai penyiapan lahan, penanaman hingga pemanenan.

Penerimaan Benih dari APBN kepada Poktan Mujur Sari 2, Desa Karangtawang

Ayo silahkan datang atau undang kami dan bertanya dan diskusi kepada kami dari Tim Pelaksana Penyuluhan dan Pendaping dari PPL kita diskusikan dan musyawarahkan bagaimana cara agar petani-petani kita bisa berkembang dan mempunyai nilai produksi di tingkat pertanian. Ayo kita mulai dari Desa kita.

Kamis, 25 Juli 2019

Begini cara menanam Singkong Berbuah Banyak dan Besar

Singkong berkualitas besar dan banyak (gambar oleh bebeja.com)

Menanam Singkong yang benar agar berbuah banyak dan besar merupakan keinginan terbesar dari semua petani khususnya di Indonesia, banyak sekali petani gagal di bidang pertanian singkong karena kebanyakan dari mereka tidak menyadari bahwa ada Cara tersendiri untuk Menanam Singkong Agar Berbuah Banyak. Tentu kebanggaan yang tidak akan pernah terlupakan jika Anda berhasil menanam singkong dengan hasil yang berkualitas. Artinya singkong yang anda tanam mampu berbuah banyak dan memiliki ukuran yang besar.

Singkong ada dua jenis dengan bahasa Indonesia yaitu ubi kayu dan ubi jalar. keduanya memiliki nama yang sama tapi dengan arti yang berbeda. Untuk kali ini kami hanya akan memberikan beberapa tips cara menanam singkong dengan teknik budidaya yang baik yang bisa anda terapkan di pekarangan rumah maupun sawah.

Budidaya singkong

Panduan Lengkap Budidaya Singkong Yang Baik dan Benar ini telah saya buktikan sendiri di lahan sempit yaitu pekarangan rumah juga sawah sendiri. Anda tidak perlu membeli pupuk jenis apapun, semua permasalah yakni cara Menanam Ubi Kayu / Singkong Berbuah Banyak dan Besar ini hanya bisa Anda temukan disini. Untuk itu silahkan simak panduannya dibawah ini.


Bagaimana cara Menanam singkong agar berbuah banyak

Ada beberapa tips yang harus Anda ketahui agar hasil kerja keras Anda membuahkan hasil... Tentu itu kan yang Anda inginkan...? Berikut Tips Yang perlu Anda Ketahui untuk memperoleh hasil panen yang melimpah:

  • A. Pemilihan Bibit Singkong

Bibit yang baik adalah kunci keberhasilan Anda dalam masa panen nanti.. Seperti apa bibit singkong yang baik...? Bibit Singkong yang baik yaitu pohon tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda. Hal ini merupakan cara untuk memperoleh singkong hasil maksimal.
Ciri-ciri bibit singkong yaitu:

  1. Warna Pohon Tidak terlalu Putih atau Kekuningan ( Bibit sudah Tua) 
  2. Warna Pohon Tidak Terlalu Hijau atau kemerahan ( Bibit Masih Muda) 

Nah untuk mendapatkan bibit yang berkualitas ambillah Batang pohon singkong di mulai dari bawah dengan jarak keatas 40 cm. Maksudnya 40 Cm kebawah jangan Anda gunakan sebagai bibit. Itu sudah tua dan untuk batas pemotongan keatas yaitu dengan melihat mata tangkai. Jika menurut Anda mata tangkai sudah terlalu muncul dan warna kulit kehijauan jangan Anda gunakan untuk pembibitan.

  • B. Ukuran Bibit

Perhatikan juga ukuran bibit yang akan anda gunakan untuk ditanam. Ukuran bibit yang baik yaitu dengan panjang maksimal 35 Cm dan dengan Diameter 6 Cm. Jika anda mampu mengkalkulasi kan pembibitan tersebut, saya yakin di masa panen nanti Anda kan mendapatkan banyak buah singkong dalam satu pohon.

Tips diatas sudah saya buktikan sendiri dirumah dan hasil yang saya dapatkan sesuai dengan yang saya harapkan yaitu singkong mampu berbuah banyak tapi buah yang dihasilkan masih berukuran kecil. Untuk itu agar lebih puas yaitu agar buah singkong menjadi besar ada yang harus diperhatikan dalam proses penanaman singkong yaitu tentunya menggunakan cara budidaya singkong yang baik.

Untuk memperbesar ubi singkong Anda harus tahu cara menanam singkong yang benar dan juga Anda harus memperhatikan beberapa hal dibawah ini:


  • A. Perhatikan Jarak Tanaman Ubi / Singkong Yang baik

Harusnya Anda menyesuaikan jarak antar tanaman satu dengan yang lainnya. Untuk mengetahui jarak penanaman yaitu dengan memanfaatkan logika pikiran Anda. coba Jawab Pertanyaan ini, "Berapa Ukuran Panjang singkong yang berkualitas Unggul....?"

Jarak Tanaman Singkong perlu mendapat perhatian (gambar oleh desapertanian.com)

Pada Umumnya, Ukuran Panjang singkong yang memiliki kualitas unggulan mencapai 50 Cm - 60 Cm dan pasti dengan singkong berukuran tersebut memiliki tekstur ukuran yang besar pula. Maka dari itu saya sarankan berilah jarak Tanaman minimal antara 70 Cm - 80 Cm untuk satu tanaman dengan tanaman lainnya, hal ini akan memudahkan singkong dalam mencari kadar air yang terkandung dalam tanah sehingga dengan demikian singkong memperoleh makanan yang diperlukan untuk pertumbuhannya.


  • B. Perhatikan Tekstur Tanah yang akan ditanami Singkong

Hal ini merupakan hal penting yang harus Anda ketahui yaitu cara menanam singkong yang baik dan benar.. dibutuhkan Lahan dengan tanah Gambur mengandung sedikit kadar air artinya tanah yang akan digunakan untuk menanam singkong adalah jenis tanah yang tidak lembab tetapi mengandung air. Jika tanah yang digunakan terlalu lembab maka hasil dari isi singkong sendiri akan kecil bulat dan rasa tidak enak karena banyak mengandung kadar air tadi.

Bisanya didaerah pegunungan banyak lahan tanah dengan kadar air yang tinggi, dengan demikian hasil perolehan singkong yang ditanam akan banyak mengandung kadar air dan juga tidak terlalu besar. Untuk mengatasi hal ini silahkan Cangkul tanah tersebut atau buat gundukan dengan tinggi 15 Cm untuk menghindari kelembaban yang berlebihan yang mengakibatkan pertumbuhan kurang baik

Semua Tips cara menanam singkong diatas adalah yang biasa para petani singkong sukses terapkan. Mudah mudahan Anda mampu memahami informasi tersebut. Untuk cara menanam singkong bisa anda lihat lihat dibawah ini,


Cara Menanam Singkong

Silahkan Anda Tanam Batang pohon Sedalam 10 Cm atau kurang dari ukuran tersebut, tujuannya untuk tidak menancapkan Batang pohon terlalu dalam yaitu agar akar mudah tumbuh dan menyebar yang nantinya akan membuahkan singkong yang besar, kemudian jika sudah berumur 2 Minggu yaitu pohon singkong sudah tumbuh Dau 3 - 4 tangkai Silahkan Anda Bacok atau dengan kata lain gemburkan tanah kembali dengan cara mencangkul dan meninggikan gundukan di bawah pohon singkong.

Tujuannha untuk proses penyebaran akar yang nantinya akan menjadi bakal singkong untuk tumbuh kebawah dan samping sehingga akan menghasilkan singkong yang besar nantinya sambil menghembuskan tanah gunakan juga pupuk kandang secukupnya agar membantu proses penguburan sehingga perkembangan tanaman singkong akan cepat dan baik.

Silahkan tunggu sampai batas waktu masa panen yaitu berkisar antara 8 - 9 bukan atau dengan ciri ciri yang terlihat yaitu singkong yang sudah siap dipanen mempunyai ciri-ciri daun mulai mengurangi dan tangkai mulai gugur itu menandakan bahwa singkong siap di panen.

Bagaimana, apakah cara menanam singkong ini bisa membantu Anda. Silahkan Anda praktekkan di pekarangan rumah terlebih dahulu dengan skala kecil agar tidak memakan waktu lama dan jika berhasil Anda bisa mengulang dengan penanaman skala besar dan apabila hasil praktek Anda kurang memuaskan Anda bisa baca kembali informasi cara menanam singkong ini dan bisa Anda amati ulang sampai benar-benar paham.


Sumber: hargamedia

Senin, 22 Juli 2019

Cara Mudah Menanam Bawang Daun Dalam Polybag atau Pot

Cara Mudah Menanam Bawang Daun Dalam Polybag atau Pot
Tanaman Bawang Daun Dalam Polybag atau Pot (Photo by Google)

Bawang daun merupakan salah satu jenis sayuran yang fungsi utamanya untuk penambah rasa dan aroma pada masakan. Sayuran ini berupa daun bulat panjang dan  berongga pada baigan dalamnya seperti pipa. Ujung daunnya meruncing sedangkan pada pangkalnya padat dan berwarna putih. Terdapat varietas jenis yang lain bentuk daunnya pipih memanjang seperti pita.

Untuk menanam bawang daun dalam polybag atau pot tidak berbeda jauh dengan budidaya pada skala luas yaitu pada lahan terbuka. Pupuk yang diperlukan dan jenis benih yang ditanam sama saja. Namun, hanya jenis media tanamnya saja yang berbeda sehingga sedikit membutuhkan perlakuan yang khusus.

Daerah yang paling ideal untuk budidaya bawang daun yaitu di dataran tinggi dengan ketinggian antara 900 sampai 1700 meter di atas permukaan laut. Sedangkan untuk suhu pertumbuhan yang ideal berkisar 19 sampai 24 derajat Celcius, dengan kelembaban berkisar 80 sampai dengan 90%. Meskipun begitu bawang daun masih dapat tumbuh di daerah dataran rendah yang relatif bersuhu panas.

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas bagaimana cara mudah menanam bawang daun dalam media tanam yang ditempatkan pada polybag atau pot. Berikut ini beberapa hal pokok yang akan dibahas.


Menyiapkan Benih Bawang Daun

Terdapat dua jenis bawang daun yang biasanya dibudidayakan, yaitu bawang daun bakung atau Allium fistulosum dan bawang daun prei atau Allium porum. Untuk sekarang ini yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia yaitu jenis Allium fistulosum atau bawang daun bakung.

Bawang daun bakung dapat diperbanyak secara vegetatif maupun generatif. Perbanyakan generatif dilakukan dengan cara memperbanyak bibit tanaman dengan biji atau benih. Sedangkan, untuk perbanyakan vegetatif merupakan perbanyakan bibit tanaman dengan cara memecah anakan bawang daun dari rumpun induknya.

Perbanyakan bibit secara generatif dilakukan dengan cara menyemai biji atau benih terlebih dulu. Sebelum melakukan penyemaian benih siapkanlah media penyemaian terlebih dahulu. Berikut ini adalah cara penyemaiannya:

  • Jika tempat penyemaian berupa bedengan benih bawang daun ditebarkan dalam alur yang sudah dibuat kurang lebih sedalam 1 cm dan jarak antar alur sekitar 10 cm.
  • Jika tempat penyemaian berupa trai semai atau polybag, benih bawang daun diletakan dalam setiap wadah kurang 1 sampai 2 biji dan ditanam kurang lebih sedalam  10 cm.
  • Tutuplah tempat persemaian menggunakan karung goni yang telah dibasahi atau juga dapat memakai daun pisang. Sesudah benih mulai berkecambah segera bukalah penutupnya.
  • Penyiraman dilakukan setiap hari, pada pagi dan sore hari. Berikanlah pupuk cair organik ,pupuk urea atau pupuk  ZA. Untuk pemberian pupuk ZA dan urea sebaiknya dilarutkan terlebih dahulu dalam air. Setelah larut barulah disiramkan pada media semai. Jika memakai pupuk organik cair, terlebih dahulu encerkanlah sebelum disiramkan.
  • Bibit bawang daun yang sudah berumur 2 bulan atau tingginya sudah mencapai anatara 10 hingga 15 cm, berarti sudah siap untuk dipindahkan pada tempat pembesaran.


Perbanyakan benih vegetatif dapat diperoleh dari tanaman bawang daun yang sudah berumur kurang lebih 2,5 bulan. Penampakan tanaman yang hendak diambil sebagai bibit haruslah mempunyai rumpun yang banyak, tidak terkena hama dan penyakit serta terlihat segar. Cara mengambil bibitnya yaitu sebagai berikut:

  • Rumpun tanaman bawang daun dibongkar beserta dengan akar-akarnya. Cara membongkar tidak dicabut, melainkan dengan cara digali dengan tangan atau koreh.
  • Bersihkanlah calon bibit dengan tangan dari tanah-tanah yang menempel di sekitar akar. Buanglah daun dan akar yang sudah terlihat tua atau layu.
  • Rumpun tanaman tersebut dipecah-pecah menjadi beberapa bibit anakan atau tanaman. Setiap bibit atau anakan sebaiknya terdiri atas 1 hingga 3 batang.
  • Papas atau potong daun pada bagian atas guna mengurangi penguapan. Pemapasan atau pemotongan dilakukan kurang lebih sepertiga bagian dari atas. Pemapasan juga bertujuan untuk merangsang tumbuhnya tunas yang baru.
  • Bibit bawang daun yang sudah disiapkan dapat langsung dilakukan penanaman. Apabila bibit tersebut tidak segera ditanam, sebaiknya waktu penyimpanan maksimal  5 sampai 7 hari dengan penyimpanan di tempat yang teduh dan lembab.


Menyiapkan Media Tanam Bawang Daun

Media penanaman yang berupa pot atau polybag untuk bawang daun tidak berbeda dengan menanam jenis sayuran lainnya. Pada dasarnya media tersebut haruslah bersifat subur, poros, gembur serta banyak mengandung unsur hara atau bahan organik. Tingkat keasaman media tanam untuk menanam bawang daun sebaiknya berkisar pH 6,5 hingga 7,5.

Media tanam polybag atau pot terdiri atas kompos, tanah, dan arang sekam dengan perbandingan 1:2:1, atau juga dapat menggunakan perpaduan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1.

Aduklah media tanam yang telah dipilih sampai merata, selanjutnya masukkan ke dalam polybag atau pot yang sudah siapkan. Sebaiknya media tanam dipadatkan dengan tangan tangan, tidak diinjak-injak karena dapat terlalu padat. Untuk polybag dapat memakai ukuran 0,08 x 30/15 x 30, sedangkan untuk pot dapat menggunakan kaleng cat seukuran 5 kg.

Cara Menanam Bawang Daun

Pada penanaman secara organik bibit bawang daun dapat langsung ditanam. Sedangkan untuk penanaman secara non-organik bibit dapat direndam terlebih dahulu dalam larutan fungisida sebelum dilakukan penanaman. Perendaman dilakukan pada dosis yang rendah, yaitu 30 sampai 50 persen dari dosis anjuran kurang lebih selama 10 sampai 15 menit. Fungisida berfungsi untuk menghindari serangan jamur pada akar bibit bawang daun.

Buatlah lubang tanam pada polybag atau pot yang sudah dipersiapkan. Kedalaman lubang tanam sekitar 10 cm. Satu wadah untuk satu bibit tanaman bawang daun. Posisi tanaman bawang daun tegak berdiri. Selanjutnya, tutuplah dengan media tanam sampai kuat dan mencengkeram. Siramlah bibit tanaman tersebut supaya tetap lembab.

Waktu yang paling tepat untuk melakukan penanaman yaitu pada pagi dan pada sore hari. Ketika matahari tidak terlalu panas dan terik ,sehingga suhu udara dan laju respirasi tidak terlalu tinggi. Letakkanlah polybag atau pot di tempat yang memperoleh penyinaran matahari secara penuh.

Penyiraman dan Pemupukan

Penyiraman di awal pertumbuhan sebaiknya dilakukan setiap har dan diusahakan media tanam tidak terlalu basah atau becek, karena dapat mengakibatkan akar busuk. Selain itu juga jangan sampai media terlalu kering karena juga dapat menyebabkan kematian pada bibit.

Untuk selanjutnya, penyiraman dapat dilakukan setiap 2 hingga 3 hari sekali, atau bergantung pada kondisi cuaca dan keadaaan tanah atau media tanam. Waktu penyiraman terbaik yaitu pada pagi hari sebelum pukul 09.00 atau sore hari sesudah pukul 17.00.

Pada penanaman bawang daun secara organik, berikanlah pupuk kandang atau pupuk kompos pada hari minggu keemapat sebanyak satu kepalan tangan untuk setiap pot atau polybag dan diulang pada minggu kedelapan. Pupuk ditaburkan di sekitar pangkal batang tanaman dan hindari mengenai batang tanaman.
Sedangkan penanaman bawang daun secara non-organik, dapat diberikan pupuk ZA atau urea pada minggu ketiga dan minggu keenam. Jumlah pupuk kira-kira 5 gram untuk setiap pot atau polybag.

Pemberian pupuk sebaiknya dilarutkan ke dalam air lebih dulu, lalu disiramkan pada media tanaman.
Dapat juga ditambahkan pupuk daun atau pupuk organik cair bila diperlukan. Pemberian pupuk dapat disemprotkan pada daun hingga merata atau disiramkan ke media tanam atau tanah. Aplikasi pupuk dapat diberikan mulai hari kesepuluh dan diulang untuk setiap 10 hari sampai 3 atau 4 kali.

Pemanenan Bawang Daun

Bawang daun dapat dipanen setelah berusia sekitar 2,5 bulan sejak bibit bawang daun ditanam, 5 bulan bila dihitung dari biji mulai disemai. Ciri-ciri bawang daun yang sudah siap panen yaitu jumlah rumpunnya banyak dan sebagian daunnya sudah terdapat yang menguning. Panen sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari.

Namun untuk kebutuhan harian tidak perlu menunggu sampai tanaman bawang daun siap panen. Tanaman yang sudah berumpun banyak dapat diambil sebagian kapan saja dan sisanya dibiarkan agar tumbuh.

Pada lahan terbuka, produktivitas bawang daun dapat menghasilkan 10 hingga 40 ton per hektarnya. Produktivitas ini bergantung pada kualitas benih yang ditanam, teknis budidaya dan kecocokan lingkungan geografis.

Sabtu, 13 Juli 2019

Begini Cara Memilih Benih Rawit Unggul

Begini Cara Memilih Benih Rawit Unggul
Cabe Rawit Merah (Photo oleh bogor.net)

Budidaya Cabe Rawit diawali dengan pemilihan benih. Pemilihan benih merupakan langkah awal yang sangat penting. Karena bila kita memilih benih yang tidak baik, tentu saja hasilnya pun tidak baik pula. Bibit atau benih cabe harus sudah tersedia terlebih dahulu sebelum kita mulai mengerjakan lahan. Benih cabe rawit dapat diperoleh dari toko pertanian setempat baik berupa varietas lokal, OP maupun hibrida.

Pemilihan benih lokal, OP maupun hibrida tergantung pada petani itu sendiri. Namun akan lebih bagus dan lebih prima hasilnya bila kita menggunakan benih hibrida atau OP yang unggul yang ada dipasaran. Mengapa? Pengalaman telah menunjukkan bahwa hasil produksi benih hibrida atau veritas OP yang unggul jauh lebih baik dibandingkan varietas lokal.

Tidak hanya dari hasil saja, keunggulan cabe rawit unggul dan hibrida dapat dilihat dari vigor, kesaragaman tanaman serta ketahanannya terhadap penyakit yang menunjukkan hasil yang lebih baik. Untuk jenis OP, kita dapat memilih benih cabe rawit seperti varietas Cakra Hijau atau juga Cakra Putih. Khusus untuk Cakra Hijau, dari pengalaman yang pernah kami dapat menun-jukkan bahwa cabe rawit ini memiliki beberapa kelebihan diantaranya dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun tinggi, lebih tahan dari gangguan hama dan penyakit, serta dapat dipanen pada umur 80 – 90 hari setelah tanam. Pertimbangan pemilihan varietas Cakra Hijau juga dipengaruhi oleh cukup banyaknya peminat cabe rawit ini


Cara Bembeli Benih Cabe Rawit

Benih Cabai Rawit untuk mudahnya tersedia di toko – toko pertanian seperti toko saprotan. Dengan beberapa macam merk dagang seperti Tanindo, Panah Merah, dengan membeli ditempat kios pertanian yang resmi. Diharapkan kita dapat mendapatkan benih yang berkualitas unggul sesuai label , untuk beli ditoko yang harus diperhatikan tanggal kadaluwarsa dari kemasan benih. Biasanya sudah ada tanggal produksi, tanggal berlakunya masa tumbuh itu. Diharapkan kita membeli 2 bulan sebelum berakhir masa pertumbuhan optimal.

Selain membeli di kios kita juga dapat membeli dengan Petani Cabai yang telah berhasil menanam. Benih dari petani juga dapat dipakai dengan memperhatikan syarat – syarat benih , apabila kita membeli dari petani diperlukan sortasi untuk memisahkan benih yang berisi, bernas. Sortasi benih dilakukan dengan cara dimasukkan kedalam air, aduk beberapa saat, yang padat tenggelam dan yang ringan mengapung. Nah yang tenggelamlah yang baik kualitasnya.

Bibit Cabe Siap Tanam (Photo oleh karousell)

elain membeli benih ditoko pertanian, ditempat petani. Kita dapat membeli bibit siap tanam, umumnya bibit siap tanam tidak diperdagang untuk jarak jauh, disebabkan bibit akan mati dalam perjalanan. Karena bibit siap tanam tidak dikemas wadah / media tanah yang cukup untuk beberapa hari. Para hobies atau mereka yang ingin menanam bibit Cabai secepat mungkin, tidak mau menunggu lama membibitkan sendiri. Bagi hobies yang mau cepat membeli Cabai yang sudah ada di Polybag dan menunggu beberapa minggu, panen dan mudah merawatnya.


Cara Membuat Benih Cabe Rawit Sendiri

Sebelum kita melakukan membuat sendiri benih Cabai, ada yang harus diperhatikan.

Syarat buah Cabai rawit:

Selain persyaratan berat biji, calon benih juga harus memiliki ciri fisik yang meyakinkan seperti bentuk, ukuran dan warna calon benih harus seragam, permukaan kulitnya bersih tidak keriput dan tidak cacat, serta warna kulit cerah. Adapun syarat buah dari pohon induknya untuk diambil bijinya sebagai berikut:

  • Buah dipetik dari cabang tanaman yang terbawah, karena biasanya benih akan lebih cepat tumbuh setelah disemaikan.
  • Buah sudah benar-benar masak dan kulit luarnya tampak mengkilap.
  • Ukuran lebih besar dari ukuran normal, sekitar panjang 3.5 cm ( Cabai Rawit Putih dan 2.5 – 3.0 Cabai Rawit Hijau).
  • Buah bersih tanpa berbintik dan tidak terkena hama, penyakit.
  • Pertumbuhan batang, cabang, ranting, dan daunnya subur.
  • Tanaman tidak terserang hama dan penyakit.
  • Umur minimal 7-8 bulan, karena produksi buahnya sudah mencapai maksimal
  • Tanaman sebaiknya berbuah lebat

Cabe Rawit Putih (Photo oleh kabartani)

Mendapatkan benih dari kebun sendiri, atau tanaman yang kita milki, kita tentu bisa beli Cabe Rawit di pasar sayuran yang menjual buah Cabai Rawit. Bila kita mempunyai sedikit pengetahuan memilah memilih sendiri cabai yang ada dijual di pasar.

Sesampai dirumah kita sortir sesuai ketentuan persyaratan diatas. Memang untuk Tanaman asal kita tidak tahu, apakah berumur sudah cukup tua, muda. Pengetahuan yang kita memiliki menentukan keberhasilan bertanam Cabai Rawit.

Semoga bermanfaat.



Sumber: tipspetani

Minggu, 07 Juli 2019

Cara pembibitan Pepaya dan cara menentukan jenis kelamin Pepaya

Cara pembibitan Pepaya dan cara menentukan jenis kelamin Pepaya
Pohon Pepaya (Photo oleh Biotrent)
Sebenarnya bibit pepaya banyak dijual ditoko pertanian dengan harga murah sekitar Rp.25.000 per bungkus. Namun sayangnya, kita tidak tahu apakah pepaya yang ditanam itu berjenis kelamin jantan, betina, atau sempurna (banci/bencong) sampai ia berbunga pada usia sekitar 4-5 bulan. Kalau ternyata pepaya sempurna berbahagialah karena kita akan menikmati buah yang besar, lebat, berdaging tebal, sempurna.

Kalau ternyata betina, pepaya masih mau berbuah namun buah bentuknya akan membulat dan berdaging tipis. Namun jika pepaya jantan, maka bersiaplah menikmati urap bunga pepaya setiap hari karena pepaya jantan tidak akan berbuah.

Nah sebelum kita pelakukan penyemaian bibit sebaiknya kita melakukan penyeleksian bibit untuk menentukan jenis kelamin bibit pepaya apakah jantan, betina, atau sempurna.

Berikut ini langkah-langkah menentukan jenis kelamin pepaya:
  • Ambil buah pepaya yang bagus, dengan ciri buahnya memanjang, bebas penyakit, dan tidak cacat. Biarkan buah tersebut matang dengan sendirinya di pohon. Akan lebih baik jika buah yang akan kita jadikan bibit ini penyerbukannya dulu terkontrol. Caranya dengan membungkus semua buahnya dengan kain sejak masih berupa bakal buah. Hal ini agar terjadi proses penyerbukan sendiri.
  • Potong pangkal buah kurang lebih 1/3 bagian buah, kemudian pangkal kita sisihkan. Ambil buah pepaya yang bagian ujung hingga tengah kemudian kita belah dan kita ambil bijinya. Kita hanya mengambil biji yang berada di ujung sampai tengah buah, sebab inilah yang akan tumbuh menjadi pohon sempurna dari pada yang berada di pangkal.
  • Biasanya biji pepaya ada beberapa warna, hitam, putih pucat, dan semu kecoklatan. Pilihlah biji yang berwarna hitam saja.
  • Cuci biji dengan air bersih, remas perlahan unutk membuang lapisan tipis yang membungkus biji.
  • Kemudian biji pepaya kita jemur angin hingga kering (tidak terkena matahari langsung).

Proses Penyemaian Biji Pepaya


Bibit Pepaya (Photo oleh samudrabibit)

Sebelum memulai penyemaian benih, sebaiknya benih dikecambahkan terlebih dahulu. Tujuannya untuk mempersingkat waktu budidaya pepaya.

Caranya adalah:
  • Siapkan air hangat kuku.
  • Rendam biji pepaya ke dalam air hangat selama satu malam.
  • Pilih biji pepaya yang tenggelam atau tidak mengapung di air.
  • Siapkan kertas tisu dan basahi dengan air. Bisa juga menggunakan kertas koran.
  • Tebar biji yang telah direndam ke atas tisu, kemudian tutup atasnya dengan tisu yang lain dan basahi dengan air.
  • Masukkan benih yang telah dibungkus tisu ke dalam besek bambu atau tempat lain yang serupa. Besek atau wadah harus bisa tembus air atau mengalirkan air.
  • Taruh wadah/besek ketempat yang terkena sinar matahari, namun tidak terlalu terik. Kira-kira bersuhu 30 derajat celcius. Benih akan berkecambah pada hari ke 7-10.
  • Jika terdapat biji yang berkecambah sebelum 7 hari singkirkan.
  • Sembari menunggu biji berkecambah, kita siapkan polybag untuk penyemaian. Polybag yang digunakan biasanya berukuran 9×10 cm. Isi polybag dengan media tanam berupa tanah, pupuk kompos/ kandang, dan arang sekam.
  • Setelah benih berkecambah, pindahkan ke dalam polybag semai yang sudah kita siapkan.
  • Setelah bibit selesai dipindahkan ke polybag, siram sampai lembab. Kemudian letakkan polybag-polybag tersebut ketempat yang ternaungi dari kucuran hujan, sengatan matahari, dan terpaan angin. Untuk menaungi bibit biasanya digunakan plastik bening atau paranet.
  • Jika bibit sudah berumur 2-2,5 bulan, bibit siap untuk ditanam. Untuk kebutuhan benih pepaya sekitar 60g/H.
Cara Melihat Jenis Kelamin Pepaya dari Bunganya

Jika benih pepaya sudah kita tanam, amati saat pepaya berbunga untuk pertama kali. 

Bunga pepaya akan tumbuh pada ketiak daun. Bila terdapat bunga yang tumbuh tunggal berarti bunga betina atau sempurna. 

Bila muncul bunga berkelompok atau dalam rangkaian berarti jantan. Cabut pohon dan ganti dengan bibit lain.

Bila terdapat bunga yang tidak berkelompok namun memiliki putik dan benang sari berarti jenis banci/hermaprodit/ sempurna, ini yang paling bagus.



Sumber: tipspetani

Cara sukses budidaya Pisang agar cepat panen

Cara sukses budidaya Pisang agar cepat panen
Budidaya Pisang

Pisang ialah salah satu tanaman yang lazim ditemui di lingkungan kita, pisang dapat tumbuh di berbagai lokasi dan hanya membutuhkan perawatan yang sederhana. Pisang merupakan sebuah suku besar Musaceae, ada berbagai species dari suku ini yang terdapat di Indonesia dan hampir semuanya cukup lazim dikonsumsi sebagai buah. Buah pisang muncul dalam formasi tersusun yang disebut dengan tandan dengan kelompok buah berjajar menjari yang disebut sebagai sisir.

Bibit pisang ialah bagian yang sangat penting dalam cara budidaya pisang yang baik. Bibit pisang dapat dibeli atau disiapkan sendiri. Bibit tanaman pisang yang akan ditanam sebaiknya dipilih yang telah memiliki tinggi satu hingga satu setengah meter dan memiliki umbi atau bagian akar pisang dengan lebar sekitar 20 cm.

Sangat dianjurkan untuk memilih bibit dari pohon pisang yang memiliki batang dan buah yang baik ini adalah salah satu teknik budidaya pisang agar mendapat hasil yang baik. Tinggi dan alur genetik dari bibit pisang akan sangat mempengaruhi hasil dalam hal ini adalah jumlah pisang dalam satu sisir serta jumlah sisir dalam satu tandan pisang.


Menyiapkan Bibit Pohon Pisang

Bibit Pohon Pisang
Indukan pohon pisang yang akan diambil bibitnya ditanam dengan kerapatan atau jarak tanam 2 meter dari pohon pisang yang lain. Masing-masing pohon dijaga agar memiliki tunas sejumlah 7 hingga 9 buah. Pemotongan atau penjarangan tunas harus dilakukan agar jumlah tunas tetap di angka ideal 7 hingga 9 tunas. Terlalu banyak tunas yang tumbuh akan mempengaruhi ukuran dan juga kualitas bibit yang dihasilkan. Bibit pisang yang telah dipisahkan dari induknya perlu mendapat perawatan khusus agar terhindar dari penyakit dan dapat tumbuh dengan baik.

Setelah tunas atau bibit pisang dipotong, maka tanah yang menempel pada akar harus dibersihkan. Simpan bibit di tempat teduh selama 2 hingga 3 hari agar bekas potongan pada tunas mengering. Rendam umbi dan sebagian batang bibit pisang dengan insektisida 0,5 hingga 1% selama 10 menit atau rendam dalam air selama 2 hari 2 malam. Jika ditengarai telah terdapat hama nematoda di lokasi tanam, perendaman umbi dengan air panas selama beberapa menit dapat mencegah serangan setelah penanaman bibit pisang.


Media Dan Lahan Menanam Pisang

Lahan Budidaya Pisang
Media dan lahan untuk menanam pisang merupakan bagian yang sangat penting guna menghasilkan pisang yang baik secara kualitas dan kuantitas. Lahan menanam pisang harus dibersihkan dari rumput serta gulma agar pohon pisang tidak berebut nutrisi dari dalam tanah.

Penggemburan tanah yang diperlukan selain itu sengkedan juga diperlukan jika kontur lahan miring dan drainase air juga perlu diperhatikan agar pohon pisang dapat tumbuh dengan maksimal. Sengkedan pada lahan miring akan mencegah erosi, lambung sengkedan data ditanami dengan tanaman legum semisal lamtoro serta dipasang batu-batuan agar mencegah erosi.


Teknik Menanam Pisang

Adapun cara menanam pisang yang dianjurkan ialah dalam jarak yang cukup renggang, sela-sela atau jarak pohon pisang dapat ditanami dengan tanaman lain dengan metode tumpang sari. Sayur atau tanaman semusim dapat dijadikan sebagai pilihan tanaman tumpang sari di kebun pisang. Lubang untuk menanam pisang sebaiknya dibuat dengan ukuran 50 cm x 50 cm dengan kedalaman juga 50 cm dengan jarak tanam kurang lebih 3 meter antara satu pohon dengan pohon yang lain. Dengan cara tanam atau cara budidaya pisang yang baik maka hasil buah pisang dapat maksimal secara kualitas maupun kuantitas.

Sebaiknya pohon pisang ditanam menjelang musim hujan, namun pada daerah dengan air yang cukup maka pisang dapat ditanam sepanjang tahun dengan hasil yang baik. Setiap lubang tanam sebaiknya diisi dengan pupuk kompos dengan takaran kurang lebih 10 hingga 20 kg. Kualitas dan rasa buah pisang akan terpengaruh oleh kualitas tanah sehingga pemupukan akan menbuat rasa dan ukuran pisang menjadi maksimal.


Pemeliharaan Pohon Pisang

Dalam hal ini kebun pisang perlu mendapat perawatan secara teratur sebagai bagian dari teknik menanam pisang dengan melakukan penjarangan dan penyiangan. Satu rumpun pohon pisang sebaiknya terdiri atas 3 hingga 4 batang, oleh karena itu penjarangan harus dilakukan. Pilih batang pisang dengan kondisi baik dan kuat, batang yang cacat atau kecil dapat dipotong. Penyiangan juga sangat perlu untuk mengendalikan populasi rumput dan gulma serta menjaga tingkat kegemburan tanah. Rata-rata akar pisang berada 15 cm dibawah permukaan tanah, ini dapat dijadikan pertimbangan kedalaman penyiangan yang dilakukan.

Semoga bermanfaat


Sumber: tipspetani

Tips

[Tips][recentbylabel2]

Produksi

[Produksi][recentbylabel2]
Notifikasi :
Selamat Datang di situs web Posluhdes Karangtawang.
Semoga bermanfaat untuk semua pengunjung!
OK