Blog : Posluhdes Karangtawang -->
Terbaru
Loading...

Rabu, 10 Juli 2019

Cukupi kebutuhan pangan keluarga, KRPL menjadi solusi ajib

Cukupi kebutuhan pangan keluarga, KRPL menjadi solusi ajib
Salah satu pelaksanaan bercocok tanam di lahan sempit (Photo oleh rumah.com)

Untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga sejak tahun 2015 Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan program KRPL di seluruh Indonesia.

"KRPL tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan pangan dan gizi keluarga, tetapi juga bisa meningkatkan pendapatan rumah tangga," ujar Kepala BKP Agung Hendriadi, saat ditanya oleh tim media jurnas.com, Sabtu (22/6).

Lalu apa itu Program KRPL?

KRPL adalah Kawasan Rumah Pangan Lestari adalah sebuah program dari berbagai elemen pemerintah untuk memberikan kesadaran kepada setiap keluarga agar memanfaatkan lahan-lahan perumahan yang sempit untuk ditanami apa saja tanaman yang bisa di makan atau mempunyai nilai jual.

Mungkin kalau penulis jelaskan secara teori tentu agak membosankan sehingga terkesan;

"Halaaaah banyakan teori bae...".

Lahan sempit bukan masalah untuk menjadi petani sukses.

Baiklah mari saya mulai dari pertanyaan, Apakah anda mempunyai lahan, meski sebidang tanah di perkarangan rumah, baik itu samping atau belakang rumah? atau hanya memmanfaatkan pot atau kantong polybag buat menanam misalnya tomat, cabe, kunyit atau semacamnya? Tentu bisa! Jika bisa anda layak ikut berpartisipasi dalam program KRPL!

Menanam Sayur Selada dengan pelbagai cara agar lahan yang sempit bisa di manfaatkan secara optimal

Atau misalkan anda telah atau sedang menanam pohon buah seperti mangga, pisang atau setidaknya mempunyai kolam lele atau air tawar lainya meski kecil tapi apa yang anda lakukan menghasilkan meski hanya buat kebutuhan keluarga sendiri. Selamat anda telah berhasil menjalankan Program KRPL yang di anjurkan pemerintah!

Proses pembibitan menggunakan polybag atau cangkir mineral gelas plastik agar terus berkesinambungan

Mari kita asumsikan, sewaktu-waktu harga-harga kebutuhan di pasar mendadak naik entah itu karena masalah ekonomi, produksi atau permintaan tinggi, misalkan cabe, tomat, kunyit dan lain sebagainya. Tiba-tiba anda sedang memerlukan bahan-bahan itu untuk kebutuhan, tinggal ambil di perkarangan rumah anda sendiri tanpa harus membeli ke pasar atau warung. Itu contoh skala kecil. Bagaimana kalau benar-benar di budidayakan secara serius menjadi pertanian dan perkebunan, bukankah itu mempunyai nilai jual dan menghasilkan?

Hasil evaluasi tim Pos Penyuluhan Desa Karangtawang, sebenarnya Desa Karangtawang telah melakukan hal ini jauh sebelum pemerintah menganjurkan program KRPL ini. Namun penulis melihat hanya sedikit jumlah persenan yang melakukan secara berkala dan berkelanjutan serta berkesinambungan.

Pemanfaatan lahan belakang rumah dengan menggunakan metode "gantung di dinding" salah satu cara kreatif.

Misalnya proses pembibitan, penyediaan polybag, pupuk dan sebagainya haruslah tersedia untuk proses penanaman ulang apabila pohon yang sebelumnya di taman sudah mati atau tidak berbuah lagi. Maka dari itu penanaman ulang setelah panen harus di ambil perhitungan penting karena untuk proses berkelanjutan dan berkesinambungan.

Ketersediaan pangan dalam jumlah yang cukup sepanjang waktu merupakan keniscayaan yang tidak terbantahkan. Hal ini menjadi prioritas pembangunan pertanian nasional dari waktu ke waktu. Ke depan, setiap rumah tangga diharapkan mengoptimalisasi sumberdaya yang dimiliki, termasuk pekarangan, dalam menyediakan pangan bagi keluarga.

Kementerian Pertanian menginisiasi optimalisasi pemanfaatan pekarangan melalui konsep Rumah Pangan Lestari (RPL). RPL adalah rumah penduduk yang mengusahakan pekarangan secara intensif untuk dimanfaatkan dengan berbagai sumberdaya lokal secara bijaksana yang menjamin kesinambungan penyediaan bahan pangan rumah tangga yang berkualitas dan beragam.

Apabila RPL dikembangkan dalam skala luas, berbasis dusun (kampung), desa, atau wilayah lain yang memungkinkan, penerapan prinsip Rumah Pangan Lestari (RPL) disebut Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Selain itu, KRPL juga mencakup upaya intensifikasi pemanfaatan pagar hidup, jalan desa, dan fasilitas umum lainnya (sekolah, rumah ibadah, dan lainnya), lahan terbuka hijau, serta mengembangkan pengolahan dan pemasaran hasil.

Prinsip dasar KRPL adalah:
  • Pemanfaatan pekarangan yang ramah lingkungan dan dirancang untuk ketahanan dan kemandirian pangan.
  • Diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal.
  • Konservasi sumberdaya genetik pangan (tanaman, ternak, ikan).
  • Penjaga kelestariannya melalui kebun bibit desa.
  • Peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Bagaimana menurut anda? Sudahkan anda bersedia memanfaatkan lahan-lahan kosong yang tersedia? Nikmati hasil buah tangan dan karya anda sendiri. Teruslah belajar dan berkembang lalu nikmatiulah hasilnya. (sb)

Tasikmalaya akan menjadi kota Tuan Rumah HKP Ke-47 Provinsi Jawa Barat

Tasikmalaya akan menjadi kota Tuan Rumah HKP Ke-47 Provinsi Jawa Barat
21 Juni Hari Krida Pertanian (Photo oleh Greeners)

Hari Krida Pertanian adalah hari besar bagi pertanian yang diadakan setahun sekali di Indonesia. Hari ini diperingati oleh tokoh-tokoh pertanian, peternakan, para pegawai dan pengusaha di dalam pertanian dan perkebunan pada setiap 21 Juni.

Tujuan diambilnya tanggal 21 Juni ini mempunyai latar belakang seperti ini:

  • Ditinjau dari sisi astronomis, pada tanggal 21 Juni adalah posisi di saat matahari memberikan tenaga kehidupan bagi tumbuh-tumbuhan, binatang dan manusia, berada pada garis Balik Utara (23 ½° LU), pada saat itu keadaan proses produksi tanaman berakhir dan akan dimulai untuk persiapan produksi selanjutnya sehingga para petani akan menyatakan syukur atas panen raya.
  • Berdasarkan sistem pembagian musim yang disebut Pranata Mangsa, yaitu suatu sistem pembagian musim (12 musim) yang diuraikan secara lengkap meliputi hujan, angin, serangga, penyakit unggas, dan lain sebagainya. Sehingga tanggal 21 Juni dianggap sebagai permulaan musim dan masa yang baik untuk penanaman kembali.

Maka, bisa juga pada hari ini, dianggap sebagai hari bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbangga hati sejenak. Seraya melakukan reboisasi, memeperbaiki irigasi, dan lain-lain. Dari sini, Hari Krida Pertanian merupakan hari penghargaan kepada orang, keluarga dan masyarakat yang dinilai berjasa dan berprestasi dalam pembangunan bangsa dan negara, khususnya pembangunan di sektor pertanian.


Tasikmalaya menjadi Tuan Rumah HKP ke-47 2019

Tahun ini Kota Tasikmalaya menjadi tuan rumah gelaran akbar Hari Krida Pertanian (HKP) ke-47 tingkat Provinsi Jawa Barat yang pelaksanaannnya akan dipusatkan di Stadion Dadaha, Komplek Olah Raga Dadaha Kota Tasikmalaya dari tanggal 16 hingga 18 Juli 2019.

Dikutip dari Indikatornews, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya Iwan Kurniawan, S.IP, SH, M.Si saat Rakor HKP ke-47 di kantornya Jalan Leuwidahu, minggu (7/7/2019) menyatakan;

“Untuk menunjukkan rasa syukur dan penghargaan serta untuk memberikan motivasi atas perkembangan dan keberhasilan di bidang pertanian. HKP kali ini mengusung semangat mewujudkan petani milennial menuju Jawa Barat Juara lahir bathin", papar beliau.

Hari Krida Pertanian (HKP) yang ke-47 tahun 2019 ini menurut Iwan sekaligus merupakan momentum memperingati keberhasilan pembangunan pertanian di Jawa Barat serta sebagai ajang pengembangan minat dan bakat generasi muda terhadap sektor pertanian dalam rangka meregenerasi pelaku utama sektor pertanian untuk kemajuan pembangunan selanjutnya.

Berbagai kegiatan menarik dan menghibur tambah Iwan akan meramaikan HKP ke-47 yang disajikan dalam konsep menarik seperti Rembug Madya, Temu Profesi dan Temu Wicara, Pameran dan Gelar Teknologi serta aneka lomba bagi para insan tani kreatif.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya Iwan Kurniawan, S.IP, SH, M.Si (Photo oleh Indikatornews)

Koordinator seksi Kesekretariatan Ir. Andang Hidayat, menambahkan, HKP ke-47 tingkat Provinsi Jawa Barat akan dihadiri dan dibuka Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan kegiatan inti Rembug Madya KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan), Temu Wicara, Aneka Lomba, Demontrasi pada Stand KTNA Kabupaten/Kota (27 daerah se-Jawa Barat), Teleconfrence pengembangan jaringan Informasi Agribisnis, Temu Profesi, Gelar Teknologi (demplot), Klinik Tanaman, Karya Wisata dan Bakti Sosial serta Temu Usaha.

“Sedangkan produk yang ditampilkan meliputi produk pertanian, peternakan dan perikanan, Prospek investasi dan potensi daerah, pendidikan/lembaga kursus, makanan dan minuman olahan, perusahaan pertanian, hasil pertanian dan perkebunan, mesin-mesin ringan, agrobisnis dan agroindustri serta aneka produk lainnya,” jelas Andang

Untuk menguji pengetahuan dan keterampilan terutama dalam bidang pertanian lanjut Andang, diadakan berbagai lomba untuk para peserta seperti ; Lomba Stand Pameran, Lomba produk unggulan (sayur dan buah), Lomba mengemas benih lele, Lomba bongkar pasang traktor, Lomba asah terampil, Lomba Inovasi teknologi, Lomba Okulasi buah, Lomba Kupas, Belah dan Cungkil Kelapa, Lomba paduan Suara, Lomba Tebak Kelamin DOC serta Lomba membuat Vlog. “Ada pula lomba mewarnai anak TK, Gerakan Minum Susu dan gemar makan Ikan, Mancing Mania dan Wisata ke Objek Wisata Karang Resik serta penyerahan penghargaan setiap lomba,” pungkas Andang.

Sumber: Indikatornews

Senin, 08 Juli 2019

Program JARKOMLUHDES Dinas Pertanian Jawa Barat

Program JARKOMLUHDES Dinas Pertanian Jawa Barat
Aplikasi Program JARKOMLUHDES

Tanggal 14 Februari 2018 merupakan hari bersejarah bagi masyarakat desa di provinsi Jawa Barat. Setelah melalui proses eksplorasi, kajian, dan diskusi berkesinambungan dengan sejumlah Posluhdes selama 12 bulan, maka akhirnya program inovatif berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk penyuluhan pedesaan, yaitu JARKOMLUHDES, diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat, Bapak Ahmad Heryawan.


Ada 2 (dua) komponen penting dalam Jarkomluhdes, yaitu input data kegiatan pertanian dan program tatap muka jarak jauh (video conference). Output yang diharapkan adalah informasi berupa potensi pertanian desa, hasil panen, dan harga2 yang berlaku di tingkat desa. Informasi ini akan memberikan masukan kepada Pemprov dan Pemkab untuk mengamat isituasi dan kondisi terkini di pedesaan serta mengantisipasi fluktuasi harga komoditas pertanian yang bisa merugikan para petani.

Tampilan JARKOMLUHDES per Kabupaten

Tampilan JARKOMLUHDES harga aktual pertahunan
Tabel Grafik turun-naik JARKOMLUHDES per Tahunan

Selain informasi tersebut, program Jarkomluhdes juga menghadirkan tatap muka jarak jauh yang bisa dimanfaatkan untuk saling berbagi informasi dan pengetahuan di tingkat petani serta mendukung program Penyuluhan Online, yang bisa menghemat waktu, tenaga, dan biaya bagi para penyuluh. Program Penyuluhan Online ini telah dimulai pada bulan April 2018, mulai hari Senin – Jumat, dengan jadwal yang disesuaikan untuk masing2 wilayah.

Gubernur JawaBarat Sedang Melakukan Koordinasi Menggunakan video conference Vmeet Pro Indonesia

Ada 375 Posluhdes (Pos Penyuluhan Desa) yang menerima bantuan dari Provinsi Jawa Barat pada tahun 2017 lalu. Pada saat acara peresmian oleh Gubernur tersebut, juga dilaksanakan kegiatan video conference dengan program VMeet PRO dengan 100+ Posluhdes yang sudah menerima bantuan. Pada umumnya, para Posluhdes merasakan manfaat dari kegiatan Jarkomluhdes tersebut, khususnya saling berbagi antar Posluhdes (lintas kabupaten) dan interaksi dengan provinsi dan kabupaten.

Diharapkan, setelah kegiatan input data bisa berjalan secara kontiniu (oleh para Posluhdes), Program Jarkomluhdes ini bisa memberikan hasil yang bermanfaat berupa data2 terkini di tingkat desa, kegiatan penyuluhan yang lebih efektif & efisien, serta peningkatan wawasan para petani terhadap teknologi informasi dan komunikasi terkini untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan para petani.

Minggu, 07 Juli 2019

Beras Hitam dengan segala manfaatnya

Beras Hitam dengan segala manfaatnya
Beras Hitam (Photo oleh Regopantes)
Si hitam yang kaya akan manfaat ini adalah Beras Hitam.

Memang beras merah kini mulai jadi primadona sebagai beras sehat. Bahkan keberadaannya sering jadi pilihan menggantikan beras putih. Tapi sebenarnya tak hanya beras merah saja yang punya gizi tinggi, ada manfaat Beras Hitam yang mungkin sebagian orang tak mengetahuinya.

Padahal si beras hitam ini bisa dijadikan menu pengganti nasi putih. Meski belum sepopuler beras merah, tapi manfaat beras hitam tak lagi bisa diremehkan. Jenis beras ini memiliki kualitas bagus.

Melalui artikel ini, Anda akan diajak lebih mengenal lebih dekat apa saja manfaat beras hitam bagi kesehatan sekaligus untuk menunjang diet.

Selayang Pandang
  • Jenis beras yang satu ini mungkin belum sepopuler beras putih atau beras merah. Namun jangan salah, beras hitam merupakan varietas beras unggulan.
  • Beras hitam berbeda dengan ketan hitam. Bulir berasnya hitam lebih berkilau dan berukuran lebih panjang dan langsing.
  • Beras hitam memiliki manfaat gizi yang lebih tinggi dibanding dengan beras putih dan beras merah. Bahkan ketika keduanya digabungkan.
  • Beras hitam kaya akan serat dan mengandung antioksidan, fitonutrien, phytochemical, vitamin E, protein, zat besi serta nutrisi lain yang bermanfaat untuk hati, ginjal dan lambung.
  • Kandungan anthocyanin di dalamnya dipercaya membantu mencegah risiko kanker. Beras ini juga rendah gula dan memiliki nilai glikemik yang rendah sehingga sangat dianjurkan bagi penderita penyakit jantung,  diabetes dan tekanan darah tinggi.
Manfaat Beras Hitam

Beras hitam adalah bahan pangan, bukan obat. Walaupun bisa saja berfungsi obat pada keadaan tertentu. Seperti pangan pada umumnya, khasiatnya lebih kepada pencegahan penyakit dari pada mengobati. Ada pun manfaat utamanya adalah sebagai berikut:

  • Mencegah kanker. Bermanfaat mencegah kanker karena memiliki kandungan antosianin yang tinggi. Berdasarkan banyak riset, antosianin ini merupakan salah satu antioksidan yang sangat kuat. Sebagaimana diketahui secara luas, zat antioksidan berperan aktif untuk mencegah penyakit kanker.
  • Mencegah diabetes. Nilai kalorinya terendah dibanding dengan jenis beras lainnya, yaitu sekitar 362 kcal per 100 gram. Kandungan kalori ini berkaitan erat dengan indeks glikemik. Semakin tinggi indeks glikemik, maka makanan tersebut akan memicu kenaikan gula darah semakin tinggi pula. Sehingga beras ini digolongkan sebagai pangan sehat dan dianjurkan bagi penderita diabetes.
  • Mencegah penyakit jantung.  Beras merah memiliki kandungan serat yang tinggi. Ini terasa dari rasanya yang sedikit pera, tidak sepulen beras putih. Setiap makanan yang memiliki kada serat tinggi tentu akan berperan aktif memelihara kesehatan jantung Anda.
  • Mencegah penyakit jantung.  Beras merah memiliki kandungan serat yang tinggi. Ini terasa dari rasanya yang sedikit pera, tidak sepulen beras putih. Setiap makanan yang memiliki kada serat tinggi tentu akan berperan aktif memelihara kesehatan jantung Anda.
  • Obat anemia. Kandungan zat besinya tinggi mencapai 15,52 ppm. Zat besi merupakan salah satu unsur penting dalam pembentukan darah (hemoglobin). Karena itu makanan yang akaya akan zat besi sangat dianjurkan bagi penderita anemia.
  • Anti aging (anti penuaan). Hal ini masih terkait dengan kandungan antioksidan yang berperan dalam memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Sehingga apabila sel-sel tubuh cepat memperbaiki diri, seseorang akan terlihat lebih bugar dan awet muda.

Jenis dan Karakteristik Beras Hitam

Jenis-jenis beras hitam di Indonesia berasal dari “kultivar”* yang beragam. Kebanyakan petani mendapatkannya dari warisan turun-menurun. Sebagian ada yang memurnikannya dari beras hitam yang beredar di pasar.
Benih beras hitam yang beredar di pasaran beberapa diantaranya adalah Cempo Ireng (Kulon Progo, Sleman), Melik (Lereng Gunung Merbabu, Jawa Tengah), Cibeusi (Subang), Toraja (Sulawesi). Jenis-jenis beras hitam tersebut secara umum memiliki karakter fisik sebagai berikut:

  • Bulir beras berwarna hitam. Warna hitam tersebut diatur secara genetik oleh warna aleuron dan komposisi pati dalam endospermia. Aleuron dan endospermia memproduksi antosianin yang menyebabkan warna ungu. Karena tingginya kadar antosianin ini warna ungu menjadi terlihat hitam. Antosianin merupakan zat antioksidan yang diperlukan sebagai anti kanker.
  • Warna gabah cokelat. Meski warna berasnya hitam, kulit gabahnya tetap cokelat seperti padi biasa. Hanya saja pada saat pengisian bulir padi warna gabah akan menghitam, namun akan berubah kembali menjadi cokelat saat matang. Hal ini berbeda dengan ketan hitam yang berkulit gabah hitam juga.
  • Tanamannya berumur panjang. Secara umum kendala pengembangan beras hitam adalah pada umur panen yang panjang  bisa mencapai 200 hari. Namun ada beberapa varietas yang sudah genjah (berumur panen pendek), bisa dipanen dalam 4 bulan. Sayangnya benih tersebut masih sulit ditemukan dan kalaupun ada belum tentu stabil.
  • Postur tanaman tinggi. Beras hitam lokal nusantara postur tanamannya tegap. Tingginya bisa mencapai 2 meter. Namun beberapa persilangan saat ini didapatkan tanaman yang lebih pendek.

Kultivar:  Diartikan sebagai sekelompok tumbuhan yang telah dipilih/diseleksi untuk suatu atau beberapa ciri tertentu yang khas dan dapat dibedakan secara jelas dari kelompok lainnya, serta tetap mempertahankan ciri-ciri khas ini jika diperbanyak dengan cara tertentu, baik secara seksual maupun aseksual (W.T. Stearn, 1986).

Cara pembibitan Pepaya dan cara menentukan jenis kelamin Pepaya

Cara pembibitan Pepaya dan cara menentukan jenis kelamin Pepaya
Pohon Pepaya (Photo oleh Biotrent)
Sebenarnya bibit pepaya banyak dijual ditoko pertanian dengan harga murah sekitar Rp.25.000 per bungkus. Namun sayangnya, kita tidak tahu apakah pepaya yang ditanam itu berjenis kelamin jantan, betina, atau sempurna (banci/bencong) sampai ia berbunga pada usia sekitar 4-5 bulan. Kalau ternyata pepaya sempurna berbahagialah karena kita akan menikmati buah yang besar, lebat, berdaging tebal, sempurna.

Kalau ternyata betina, pepaya masih mau berbuah namun buah bentuknya akan membulat dan berdaging tipis. Namun jika pepaya jantan, maka bersiaplah menikmati urap bunga pepaya setiap hari karena pepaya jantan tidak akan berbuah.

Nah sebelum kita pelakukan penyemaian bibit sebaiknya kita melakukan penyeleksian bibit untuk menentukan jenis kelamin bibit pepaya apakah jantan, betina, atau sempurna.

Berikut ini langkah-langkah menentukan jenis kelamin pepaya:
  • Ambil buah pepaya yang bagus, dengan ciri buahnya memanjang, bebas penyakit, dan tidak cacat. Biarkan buah tersebut matang dengan sendirinya di pohon. Akan lebih baik jika buah yang akan kita jadikan bibit ini penyerbukannya dulu terkontrol. Caranya dengan membungkus semua buahnya dengan kain sejak masih berupa bakal buah. Hal ini agar terjadi proses penyerbukan sendiri.
  • Potong pangkal buah kurang lebih 1/3 bagian buah, kemudian pangkal kita sisihkan. Ambil buah pepaya yang bagian ujung hingga tengah kemudian kita belah dan kita ambil bijinya. Kita hanya mengambil biji yang berada di ujung sampai tengah buah, sebab inilah yang akan tumbuh menjadi pohon sempurna dari pada yang berada di pangkal.
  • Biasanya biji pepaya ada beberapa warna, hitam, putih pucat, dan semu kecoklatan. Pilihlah biji yang berwarna hitam saja.
  • Cuci biji dengan air bersih, remas perlahan unutk membuang lapisan tipis yang membungkus biji.
  • Kemudian biji pepaya kita jemur angin hingga kering (tidak terkena matahari langsung).

Proses Penyemaian Biji Pepaya


Bibit Pepaya (Photo oleh samudrabibit)

Sebelum memulai penyemaian benih, sebaiknya benih dikecambahkan terlebih dahulu. Tujuannya untuk mempersingkat waktu budidaya pepaya.

Caranya adalah:
  • Siapkan air hangat kuku.
  • Rendam biji pepaya ke dalam air hangat selama satu malam.
  • Pilih biji pepaya yang tenggelam atau tidak mengapung di air.
  • Siapkan kertas tisu dan basahi dengan air. Bisa juga menggunakan kertas koran.
  • Tebar biji yang telah direndam ke atas tisu, kemudian tutup atasnya dengan tisu yang lain dan basahi dengan air.
  • Masukkan benih yang telah dibungkus tisu ke dalam besek bambu atau tempat lain yang serupa. Besek atau wadah harus bisa tembus air atau mengalirkan air.
  • Taruh wadah/besek ketempat yang terkena sinar matahari, namun tidak terlalu terik. Kira-kira bersuhu 30 derajat celcius. Benih akan berkecambah pada hari ke 7-10.
  • Jika terdapat biji yang berkecambah sebelum 7 hari singkirkan.
  • Sembari menunggu biji berkecambah, kita siapkan polybag untuk penyemaian. Polybag yang digunakan biasanya berukuran 9×10 cm. Isi polybag dengan media tanam berupa tanah, pupuk kompos/ kandang, dan arang sekam.
  • Setelah benih berkecambah, pindahkan ke dalam polybag semai yang sudah kita siapkan.
  • Setelah bibit selesai dipindahkan ke polybag, siram sampai lembab. Kemudian letakkan polybag-polybag tersebut ketempat yang ternaungi dari kucuran hujan, sengatan matahari, dan terpaan angin. Untuk menaungi bibit biasanya digunakan plastik bening atau paranet.
  • Jika bibit sudah berumur 2-2,5 bulan, bibit siap untuk ditanam. Untuk kebutuhan benih pepaya sekitar 60g/H.
Cara Melihat Jenis Kelamin Pepaya dari Bunganya

Jika benih pepaya sudah kita tanam, amati saat pepaya berbunga untuk pertama kali. 

Bunga pepaya akan tumbuh pada ketiak daun. Bila terdapat bunga yang tumbuh tunggal berarti bunga betina atau sempurna. 

Bila muncul bunga berkelompok atau dalam rangkaian berarti jantan. Cabut pohon dan ganti dengan bibit lain.

Bila terdapat bunga yang tidak berkelompok namun memiliki putik dan benang sari berarti jenis banci/hermaprodit/ sempurna, ini yang paling bagus.



Sumber: tipspetani

Cara sukses budidaya Pisang agar cepat panen

Cara sukses budidaya Pisang agar cepat panen
Budidaya Pisang

Pisang ialah salah satu tanaman yang lazim ditemui di lingkungan kita, pisang dapat tumbuh di berbagai lokasi dan hanya membutuhkan perawatan yang sederhana. Pisang merupakan sebuah suku besar Musaceae, ada berbagai species dari suku ini yang terdapat di Indonesia dan hampir semuanya cukup lazim dikonsumsi sebagai buah. Buah pisang muncul dalam formasi tersusun yang disebut dengan tandan dengan kelompok buah berjajar menjari yang disebut sebagai sisir.

Bibit pisang ialah bagian yang sangat penting dalam cara budidaya pisang yang baik. Bibit pisang dapat dibeli atau disiapkan sendiri. Bibit tanaman pisang yang akan ditanam sebaiknya dipilih yang telah memiliki tinggi satu hingga satu setengah meter dan memiliki umbi atau bagian akar pisang dengan lebar sekitar 20 cm.

Sangat dianjurkan untuk memilih bibit dari pohon pisang yang memiliki batang dan buah yang baik ini adalah salah satu teknik budidaya pisang agar mendapat hasil yang baik. Tinggi dan alur genetik dari bibit pisang akan sangat mempengaruhi hasil dalam hal ini adalah jumlah pisang dalam satu sisir serta jumlah sisir dalam satu tandan pisang.


Menyiapkan Bibit Pohon Pisang

Bibit Pohon Pisang
Indukan pohon pisang yang akan diambil bibitnya ditanam dengan kerapatan atau jarak tanam 2 meter dari pohon pisang yang lain. Masing-masing pohon dijaga agar memiliki tunas sejumlah 7 hingga 9 buah. Pemotongan atau penjarangan tunas harus dilakukan agar jumlah tunas tetap di angka ideal 7 hingga 9 tunas. Terlalu banyak tunas yang tumbuh akan mempengaruhi ukuran dan juga kualitas bibit yang dihasilkan. Bibit pisang yang telah dipisahkan dari induknya perlu mendapat perawatan khusus agar terhindar dari penyakit dan dapat tumbuh dengan baik.

Setelah tunas atau bibit pisang dipotong, maka tanah yang menempel pada akar harus dibersihkan. Simpan bibit di tempat teduh selama 2 hingga 3 hari agar bekas potongan pada tunas mengering. Rendam umbi dan sebagian batang bibit pisang dengan insektisida 0,5 hingga 1% selama 10 menit atau rendam dalam air selama 2 hari 2 malam. Jika ditengarai telah terdapat hama nematoda di lokasi tanam, perendaman umbi dengan air panas selama beberapa menit dapat mencegah serangan setelah penanaman bibit pisang.


Media Dan Lahan Menanam Pisang

Lahan Budidaya Pisang
Media dan lahan untuk menanam pisang merupakan bagian yang sangat penting guna menghasilkan pisang yang baik secara kualitas dan kuantitas. Lahan menanam pisang harus dibersihkan dari rumput serta gulma agar pohon pisang tidak berebut nutrisi dari dalam tanah.

Penggemburan tanah yang diperlukan selain itu sengkedan juga diperlukan jika kontur lahan miring dan drainase air juga perlu diperhatikan agar pohon pisang dapat tumbuh dengan maksimal. Sengkedan pada lahan miring akan mencegah erosi, lambung sengkedan data ditanami dengan tanaman legum semisal lamtoro serta dipasang batu-batuan agar mencegah erosi.


Teknik Menanam Pisang

Adapun cara menanam pisang yang dianjurkan ialah dalam jarak yang cukup renggang, sela-sela atau jarak pohon pisang dapat ditanami dengan tanaman lain dengan metode tumpang sari. Sayur atau tanaman semusim dapat dijadikan sebagai pilihan tanaman tumpang sari di kebun pisang. Lubang untuk menanam pisang sebaiknya dibuat dengan ukuran 50 cm x 50 cm dengan kedalaman juga 50 cm dengan jarak tanam kurang lebih 3 meter antara satu pohon dengan pohon yang lain. Dengan cara tanam atau cara budidaya pisang yang baik maka hasil buah pisang dapat maksimal secara kualitas maupun kuantitas.

Sebaiknya pohon pisang ditanam menjelang musim hujan, namun pada daerah dengan air yang cukup maka pisang dapat ditanam sepanjang tahun dengan hasil yang baik. Setiap lubang tanam sebaiknya diisi dengan pupuk kompos dengan takaran kurang lebih 10 hingga 20 kg. Kualitas dan rasa buah pisang akan terpengaruh oleh kualitas tanah sehingga pemupukan akan menbuat rasa dan ukuran pisang menjadi maksimal.


Pemeliharaan Pohon Pisang

Dalam hal ini kebun pisang perlu mendapat perawatan secara teratur sebagai bagian dari teknik menanam pisang dengan melakukan penjarangan dan penyiangan. Satu rumpun pohon pisang sebaiknya terdiri atas 3 hingga 4 batang, oleh karena itu penjarangan harus dilakukan. Pilih batang pisang dengan kondisi baik dan kuat, batang yang cacat atau kecil dapat dipotong. Penyiangan juga sangat perlu untuk mengendalikan populasi rumput dan gulma serta menjaga tingkat kegemburan tanah. Rata-rata akar pisang berada 15 cm dibawah permukaan tanah, ini dapat dijadikan pertimbangan kedalaman penyiangan yang dilakukan.

Semoga bermanfaat


Sumber: tipspetani

Jumat, 05 Juli 2019

Hari Krida Pertanian (HKP) ke-47, 21 Juni 1972-2019

Hari Krida Pertanian (HKP) ke-47, 21 Juni 1972-2019
UPTD/BPP Kuningan Ikut memeriahkan Hari Krida Pertanian ke 47
Dalam pranata mangsa, kurun waktu satu tahun diuraikan tentang pergerakan musim secara lengkap yang meliputi pergerakan musim hujan, kemarau, angin, serangga, penyakit dan sebagainya.

Tanggal 21 Juni merupakan saat permulaan musim ke-1 yang merupakan awal dari 12 siklus.

Dari dokumen sejarah dan budaya, yang penting bagi masyarakat pertanian termasuk peternakan terutama di semua produksi pada umumnya, masyarakat pertanian pada bulan-bulan tersebut selalu membuat perhitungan neraca atas usahanya, penyampaian puji syukur atas hasil yang diperolehnya serta mengevaluasi kelemahan dan kekurangan-kekurangannya untuk selanjutnya dicari langkah-langkah penanggulangannya.

Atas dasar pemahaman dan upaya melestarikan budaya dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para leluhur kita, maka setiap tanggal 21 Juni diperingati oleh segenap masyarakat pertanian; petani, peternak, pekebun, pegawai, pengusaha yang bergerak di sektor pertanian, sebagai Hari Krida Pertanian (HKP).

Penyelenggaraan pada tanggal tersebut adalah sebagai ungkapan rasa bersyukur, berbangga hati, sekaligus mawas diri (introspeksi) dan melakukan dharma bakti kepada masyarakat lainnya atas berbagai prestasi dan keberhasilan dalam melakukan kegiatan pertanian selama satu tahun.

Disamping itu, penetapan tanggal 21 Juni sebagai Hari Krida Pertanian juga didasarkan atas pertimbangan bahwa setiap tanggal 21 Juni, ditinjau dari segi astronomi, matahari yang memberikan tenaga kehidupan bagi tumbuhan, hewan dan manusia berada pada garis balik utara (23,50 lintang utara), dimana pada saat itu terjadi pergantian iklim yang seirama dengan perubahan-perubahan kegiatan usaha pertanian.

Berdasarkan pemahaman terhadap kearifan budaya lokal tersebut, maka sejak tahun 1972, tanggal 21 Juni dijadikan sebagai Hari Krida Pertanian atau disingkat dengan HKP bagi segenap masyarakat pertanian di Indonesia.

Penyelenggaraan HKP diperingati selama satu bulan penuh dengan berbagai kegiatan, mulai dari kegiatan bakti sosial, bakti krida, olahraga dan kesenian serta kegiatan-kegiatan lainnya sebagai ungkapan rasa syukur dan kegembiraan.

Pada Hari Krida Pertanian masyarakat pertanian menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan nikmat yang dilimpahkan-Nya berupa kekayaan alam yang melimpah seperti bumi, air, matahari, iklim, kekayaan fauna dan flora serta mineral yang oleh masyarakat pertanian diolah dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan umat manusia.

Seiring dengan semangat hari krida pertanian, dalam rangka melindungi dan memberdayakan petani dilakukan upaya-upaya yang bertujuan untuk membantu petani dalam menghadapi permasalahan baik internal, eksternal maupun akibat bencana alam dan perubahan iklim global sehingga petani dapat mandiri, dan berdaulat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya secara layak, untuk selanjutnya dapat mengubah pola pikir, meningkatkan usahatani, menumbuhkan dan menguatkan kelembagaantani sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani.

Dalam menyelenggarakan perlindungan dan pemberdayaan masyarakat, dimana sebagai salah satu tujuan program pembangunan nasional yaitu pembangunan pertanian yang diarahkan untuk meningkatkan sebesar-besarnya kesejahteraan petani sebagai pelaku utama sektor pertanian, untuk mewujudkan tujuan tersebut petani perlu dilindungi dan diberdayakan agar menjadi petani yang mandiri dan berdaulat.

Komitmen untuk melindungi dan memberdayakan petani merupakan bagian dari upaya melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan nasional.

Sumber: Ninin Setianingsih

Hari Krida ke 47 tahun 2019, Pemkab Kuningan mendukung ketahanan pangan

Wakil Bupati Kuningan M. Ridho Suganda membuka Peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke 47 (Photo oleh pojoksatu)
Peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-47 Kabupaten Kuningan dilaksanakan di Kecamatan Luragung, Rabu (3/6/2019).

Ketua panitia sekaligus Ketua KTNA Kabupaten Kuningan, H. Aripudin, mengatakan, pemerintah berusaha melindungi terhadap resiko kegagalan berusaha tani dengan menggulirkan asuransi bagi petani. Selain itu, pemerintah mensosialiasikan kartu tani yang berguana untuk mendapatkan akses subsidi sarana produksi.

“Peringatan Hari Krida Pertanian merupakan hari bersyukur, berbangga hati, mawas diri, dharma bhakti dan penghargaan bagi masyarakat tani sebagai kelompok masyarakat terbesar dari penduduk Kabupaten Kuningan,” ucapnya.

Selian itu, HKP sebagai media komunikasi untuk menyampaikan dan memperoleh informasi keberhasilan pembangunan pertanian melalui berbagai kegiatan.

“Rutinitas pengembangan produk pertanian, terus dilakukan melalui rapat kerja dan praktek langsung pengolahan varietas atau jenis tanaman,” jelas dia.

Wakil Bupati Kuningan M. Ridho Suganda dalam sambutannya, menuturkan, dia berharap peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) dapat menjadi pendorong untuk mengingkatkan keberhasilan pembangunan pertanian, perikanan dan kehutanan di Kabupaten Kuningan.

“Khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan swasembada pangan, serta kesehjateraan masyarakat,” kata Wabup yang akrab disapa Edo ini.

Dia mengatakan, peringatan itu merupakan meomentum yang tepat bagi kita semua untuk bersyukur atas yang telah dicapai.

“Belajar dari kegagalan maupun keberhasilan senantiasa berusaha menciptakan kondisi yang lebih baik untuk mempertahankan dan terus berupaya meningkatkan keberhasilan,” kata Wabup.

Wabup menambahkan, sudah ada peralihan dari tenaga manusia menuju pemanfaatan teknologi untuk pengembangaan pertanian.

“Mereka juga memasarkan hasil pertanian meggunakan website maupun media sosial sehingga mampu menjangkau seluruh dunia,” imbuhnya. (Ipay)


Sumber: citrust

Senin, 01 Juli 2019

Petani Indonesia itu luar biasa!

Petani (Photo by Google Image)

Siapa yang bilang petani Indonesia jelek, siapa yang bilang petani Indonesia terpuruk dan siapa yang bilang petani Indonesia tidak professional ???
Petani Indonesia itu luar biasa, ......!

Negeri kita adalah negeri agraris, duluuu!, mayoritas penduduknya adalah petani dan kita merupakan bagian dari mereka dan memang kita  produk masa lalu (petani) Lalu apa yang menjadikan petani Indonesia itu luar biasa, mari kita tengok:

Pertama;  Dengan lahan rata-rata 0,2 ha, petani kita bisa menghidupi keluarganya
Bukankah itu luar biasa ?. Dengan 2000 m2, petani kita bisa memaksimalkan hasil panennya, sehingga di dapatkan hasil panen/produksi yang tinggi. Dan itu cukup buat menghidupi keluarganya. Setahu saya, belum ada negara di dunia yang para petaninya dengan lahan terbatas bisa menghidupi keluarganya dari tahun ke tahun seperti petani kita.

Dengan daya tahan yang luar biasa ini, saya jadi ingat akan angggaran dari pemerintah yang jumlahnya puluhan triliun/tahun. Andai, dalam 3 tahun saja, 50 % dari dana tersebut dibelikan/dicetak lahan sawah baru. Atau membeli lahan sawah yang mau dijual petani. Atau membeli kembali  lahan para petani yang terpaksa sudah dijual kepada pihak lain. Tentu masalah pangan akan cepat diselesaikan

Persoalan lahan sebetulnya mudah untuk diselesai. Memang, banyak program yang digulirkan pemerintah. Tapi menurut saya, persoalan dasarnya adalah kepemilikan lahan. Sekali lagi : Petani ingin punya lahan yang bisa digarap. Syukur-syukur bisa dibeli lagi oleh para petani. “Tidak apa-apa, tanah garapan saya milik negara. Asal saya jangan digusur. Akan saya bayar sewanya kok,,,,” ungkap petani yang menggarap sawah milik PT.

Petani tidak neko-neko. Para petani hanya butuh lahan yang lebih luas, agar hasil panennya dapat banyak. Ingat Mas Bro, para petani tidak pernah menuntut macam-macam. Mereka tiap tahun tidak  menuntut minta kenaikkan UMR. Justru, para petani akan membayar sewa lahan milik Negara. Luar biasa bukan?

Oleh sebab itu, dibutuhkan pemimpin yang punya visi ke depan. Pemimpin yang mau memperjuangkan nasib hidup  petani. Pemimpin yang mau membuka lahan sawah baru. Pemimpin yang mau mencetak lahan-lahan/sawah baru yang akan hilang tapi jangan membuat lahan gambut sejuta hektar seperti jaman orde baru dulu, bisi gagal total uang rakyat triliunan rupiah lenyap entah kemana, inilah yang namanya uang setan dimakan jin, iya toh!!!!

Kedua; produktivitas hasil panen tinggi
Dalam satu hamparan padi, sewaktu selesai panen, ada beberapa petani dapat hasil panen di  MT-1. Kita ambil contoh; petani A dapat hasil panen 6 ton/ha. Petani B dapat 7,5 ton. Petani C dapat 4,5 ton/ha, petani  D mendapat 7 ton/ha dan petani E dapat 8,5 ton/ha. Kata “dapat hasil panen” persamaannya adalah “produksi”. Nah, bagitu dirata-ratakan  dari ke-5 petani tsb maka didapatkan kata produktivitas. Coba bandingkan dengan negara lain, produktivitas petani padi Indonesia lebih tinggi  57 % di atas India. 76 % di  atas Thailand. Sekali lagi di atas Thailand, yang seakan-akan dikenal dengan dunia pertaniannya.

Dan kita dicekoki dengan kata-kata ini : BANGKOK !!!. Apa-apa Bangkok,  durian Bangkok, jambu, dll. Tapi, tidak ada: PADI BANGKOK !!! Trus, 58 % di atas Myanmar. Dan 48 % di atas Filipina. Bagaimana dengan Malaysia? Jauh sekali Bro..!   Data-data itu saya dapatkan dari Pak Sumarno dari Sinar Tani Edisi 24/2010

Ketiga; Luas panen per kapita kecil 550 m2/kapita tapi mampu menghasil
kan 170 kg/kapita

Untuk menghitungnya, jumlah luas panen padi seluruh Indonesia dibagi dengan jumlah penduduk Indonesia. Maka didapatkan hasil sekitar 550 m2/kapita. Itu artinya diasumsikan setiap orang di Indonesia memiliki lahan 550 m2. Tapi dengan luas lahan Cuma 550 m2 dapat dihasilkan sekitar 170 kg beras.Coba bandingkan dengan Negara lain seperti Thailan 1.570 m2/kapita, Vietnam 866 m2/kapita, dan Myanmar  1.500 m2/kapita.

Keempat; petani kita mempunya kebiasaan memberi nama baru bagi varietas padi.
Dan ini yang unik. Ada di tiap daerah, bila ada varietas baru dan hasilnya bagus. Maka akan keluar nama-nama varietas baru. Padahal mereka tidak melakukan penyilangan. Mereka (sebagian kecil petani) dengan seenak udelnya, memberi nama-nama baru : shogun, cisadane,ciherang dempu, ciherang doyok, ciherang brunai, ah pokoknya macam macam

Kelima; mari kita berdamai dengan nurani kita sendiri..........


Sumber: Peuyeumcipatat

Mengenal Internet of Things di Dunia Pertanian

Aplikasi IoT dalam pertanian

Internet of Things atau IoT merupakan konsep yang menghubungkan manusia dan peralatan disekitarnya dengan menggunakan internet.

Tujuannya untuk memperluas pemanfaatan konektivitas internet yang tersambung secara terus menerus sehingga bisa digunakan dalam berbagi data atau remote pada benda nyata, seperti bahan pangan, elektronik, peralatan apa saja, bahkan mahluk hidup yang ditanamkan sensor.

Meskipun terdengar seperti cerita fiksi, namun konsep ini sudah bisa kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, ketika remote AC atau televisi rusak, ternyata bisa digantikan oleh smartphone yang sudah diinstall aplikasi remote tersebut. Selama di dalam peralatan terdapat sensor yang terhubung dengan internet, maka peralatan tersebut bisa dikendalikan dengan sebuah aplikasi.


Lantas bagaimana dengan IoT di dunia pertanian?

Perkembangan teknologi pertanian didorong untuk terus meningkatkan efisiensi. Teknologi pertanian sebenarnya sudah menjadi standar sejak ratusan tahun lalu. Hal ini bisa dilihat sejak revolusi industri pada tahun 1800, dimana pupuk kimia dan traktor bertenaga gas mulai digunakan. Perkembangan teknologi semakin pesat hingga tahun 1900an ketika petani sudah mulai menggunakan satelit dalam mengawasi lahan pertanian.

IoT dapat mempermudah pengawasan lahan produksi hanya dalam genggaman atau melalui smartphone. Dengan IoT ini perkembangan teknologi pertanian melangkah ke jenjang selanjutnya. Penggunaan IoT bisa mewujudkan pertanian presisi dan pertanian pintar. Penggunaan sensor yang ditetapkan di lahan pertanian memungkinkan petani mendapatkan informasi detail topografi, tingkat kesuburan, keasaman hingga suhu tanah, bahkan bisa mengukur cuaca dan memprediksi pola cuaca untuk beberapa hari mendatang.

Informasi tersebut merupakan variabel penting dalam mengatur pertumbuhan tanaman. Dengan mengetahui informasi secara akurat, petani dapat memberikan tindakan tepat, jumlah takaran pemupukan antar titik tanam bisa berbeda menyesuaikan kondisi tanah terhadap kebutuhan pemupukan. Titik kering yang membutuhkan pengairan bisa cepat terdeteksi dan segera dilakukan pengairan secara tepat.

Traktor-traktor bisa dihubungkan dengan satelit, sehingga bisa memetakan dan memberikan data suatu lahan dan prediksi hasil panen. Penggunaan drone untuk mengawasi lahan secara praktis, melakukan pemupukan dan penyemprotan pestisida. Dengan IoT peralatan tersebut bisa dikontrol melalui smartphone, sehingga petani bisa melakukan pekerjaan lainnya.

Tidak hanya di lahan produksi, perkembangan IoT untuk pasca panen pun sudah diterapkan. Beberapa supermarket modern sudah menerapkan IoT dalam kemasan produknya. Hanya dengan menscan QR Code pada kemasan melalui smartphone, konsumen dapat mengetahui detail informasi produk mulai dari harga, mutu produk hingga informasi petani sebagai produsen.

Mengutip laman businessinsider.com, Amerika Serikat (AS) memimpin dunia dalam pertanian cerdas IoT ini. AS melakukan efisiensi sehingga mampu menghasilkan 7.3 ton/ha serealia (seperti gandum, beras, jagung, barley dll) jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata global 3.8 ton/ha serealia. Diperkirakan efisiensi AS akan meningkat dalam beberapa dekade mendatang karena pertanian menjadi lebih terhubung.

Lalu, bagaiman dengan IoT di Indonesia sendiri?

Sumber: Benih Pertiwi

Tips

[Tips][recentbylabel2]

Produksi

[Produksi][recentbylabel2]
Notifikasi :
Selamat Datang di situs web Posluhdes Karangtawang.
Semoga bermanfaat untuk semua pengunjung!
OK