Blog : Posluhdes Karangtawang -->
Terbaru
Loading...

Kamis, 22 Agustus 2019

Kedatangan Tamu Senior Penyuluhan untuk "peresmian" LABORATORIUM LAPANG JARKOMLUHDES

Kedatangan Tamu Senior Penyuluhan untuk "peresmian" LABORATORIUM LAPANG JARKOMLUHDES
Kunjungan PPL Senior antar Posluhdes dari berbagai Kabupaten di Jawa Barat

Hari ini (21 Agustus 2019 - red) Posluhdes Karangtawang kedatangan tamu yaitu Abah Haji Kosasih Odang (PPL Senior Bandung), Bapak Gunawan, Bapak Ardi serta para koordinator Admin Jarkomluhdes berprestasi yaitu Bapak Ayi Supriatna dari Kab. Bandung, Bapak Yosep Mulyana dari Kab. Garut dan Bapak Diman Mardian dari Kab. Ciamis.

Kunjungan para tetamu terhormat ini, kami (Posluhdes Karangtawang) sambut di lokasi Blok Sawah Kapatihan yang termasuk dalam area Dusun Jatinunggal.

Turun Hadir dari Dinas Pertanian Kabupaten Bapak Komar dan Bapak Hadi berserja jajaranya ikut memberikan aspirasi dan dukungan.

Dalam rangka kedatangan ini Posluhdes Karangtawang mendapat kesempatan secara perdana, untuk pertama kalinya Posluhdes Desa Karangtawang menjadi LABORATORIUM LAPANG JARKOMLUHDES yang "diresmikan" oleh Bapak Gunawan sendiri bersama rombongan.

Para Tetamu dan Dinas Pertanian Kabupaten Kuningan fokus mendengar penjelasan dari Abah Odang kepada Poktan.

Menurut Bapak Gunawan sebagai penyedia layanan JARKOMLUHDES, Karangtawang terpilih karena kemampuan sumberdaya, lokasi dan kamampuan tim Posluhdes Karangtawang yang mandiri dari segi Teknologi Informasi dalam penyelenggaraan jika nanti pertanian berbasis teknologi di adobsi oleh petani di sekitarnya.

Pembukaan dan taklimat singkat dari H. Kosasih Odang atau Abah Odang (PPL Senior Bandung)

Dalam Rangka pemerintah sedang berinovasi dalam mengembangan program "PETANI MILENIAL" tentu teknologi tidak jauh dari kalangan Milenial ini tanpa harus mengucilkan "Petani Jaman Kolonial".

Istilah "Petani Jaman Kolonial" penulis pinjam dari ucapan Bapak Haji Kosasih Odang (Abah Odang) dimana meski Petani Milenial mempunyai kemampuan menguasai teknbologi, tentu petani warga emas seperti Abah Odang dan yang lainya juga mampu berkolaborasi bersama.

Trial Demo Drone oleh Tim Penyedia Layanan Jarkomluhdes

Banyak hal yang di sampaikan oleh Moderator Acara hari ini yang di pandu oleh Abah Odang dengan penjelasan yang santai dan di sulami canda dan tawa namun menggelitik dan penuh edukasi. Penulis melihat, pendekatan Abah Odang dalam menjelaskan segala macam permasalahan pertanian sangat mudah di adopsi oleh kalangan manapun.

Turun hadir salah satu poktan Bapak Edi dan anggota yang rata berusia kalangan muda. Masing-masing dari mereka menggarap aneka jenis tanaman termasuk strawbery, pepaya, vanila, tomat cabe dan lainya.

Dalam rangka acara ramah tamah  dan bersantai tersebut di ada Quiz sebuah pertanyaan dari Abah Odang, dimana yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar dan lengkap akan di berikan Hadiah FlashDisk OTG dengan kapasitas 32GB. Dan ternyata berhasil di jawab oleh Ibu Ninin Setianingsih PPL Wilayah Binaan IV dari UPTD Kuningan yaitu PPL untuk desa Karangtawang.

Hadiah Quiz dimenangi oleh Ibu Ninin Setianingsih PPL Wilayah Binaan IV

Sungguh banyak kesempatan yang didapat dan direncanakan buat Posluhdes Kaarangtawang dan semoga Posluhdes Karangtawang mampu membawa membantu menyuluh pertanian kepada petani dan masyarakat keseluruhanya.

Bapak Ardy dari Tim Penyedia Layanan Jarkomluhdes dengan Peralatan Drone yang di jadikan alat Demonstrasi

Di kesempatan itu juga Bapak Gunawan bersama Tim beliau ikut mendemontrasikan penggunakan Drone yang mampu membuat liputan tanaman pertanian dan perkebunan untuk dilakukan analisis.

Bahkan menurut beliau (Bapak Gunawan - red), selain drone yang berfungsi melakukan analisis ini, mereka juga mempunyai tim khusus yang melayani Drone dengan kemampuan menyiram petisida dan pupuk dalam skala besar. Tentu hal ini cukup bermanfaat, murah dan mampu mengurangi biaya pekerjaan pertanian dan efesiensi waktu yang cukup baik.

Sedang fokus menyimak proses Demo dan Trial Drone bagi pengawasan pertanian dan pertkebunan.

Semoga kedepanmya Posluhdes Karangtawang mampu memberikan yang terbaik dan menerima yang baik juga dari petani, kepada petani dan untuk petani. Tentu Posluhdes Karangtawang tidak mampu melakukannya sendiri tanpa dukungan dari pemerintah Desa, Elemen Masyarakat dan khususnya Petani itu sendiri.

Berikut dibawah ini kami bagikan photo-photo kegiatan ;- (kredit photo oleh Ibu Ninin Setianingsih)


Salam Petani!

Warga Desa Karangtawang mandiri dengan memanfaatkan lahan sempit

Warga Desa Karangtawang mandiri dengan memanfaatkan lahan sempit
Lahan Sempit yang bermanfaat oleh Abi Diding, warga Dusun Babakan, Desa Karangtawang.

Tadinya hanya melakukanya sebatas mengisi waktu luang di rumah. Akhirnya menjadi "hobi" yang menguntungkan sekaligus meringankan biaya keluarga.

Begitulah manfaat yang dapat kami tangkap dari hasil pekerjaan Bapak Diding Sukardi atau lebih senang di panggil "Abi Diding" Warga Dusun Babakan, Desa Karangtawang..

Awalnya penulis hanya melirik-lirik sekitar rumah tetangga dari mertua di Dusun Babakan, apa yang bisa di manfaatkan bagi tanaman di lahan mereka. Ternyata hanya beberapa meter dari rumah mertua penulis melihat berjejer polybag dengan tanaman cabe.

Melihat hal itu penulis menghampiri Abi Diding dan bertanya apa yang sedang dilakukanya. Ternyata setelah lebih dekat ke perkarangan tempat tinggalnya, penulis mendapati banyak tanaman lainya seperti Tomat, Sawi, Brokoli, Bawang Daun dan Kemangi juga ada di sekitar rumah beliau.

Ternyata Abi Diding seorang yang cukup rajin berusaha membudidayakan tanaman agar bisa di tanam di perkarangan tempat tinggalnya yang sederhana dan sedikit sempit.

Karena banyaknya jenis tanaman yang dia tanam, maka penulis meminta ijin kepada beliau untuk menfhoto sekitarnya.

Di lahan terbatas masih bisa makan sayur tanpa harus membeli dan bisa di panen sesuai kebutuhan setiap hari.

"Lumayanlah buat kebutuhan dapur jika ada di pot atau polybag, jadi ga harus beli ke warung lagi... Bahkan kadang tetangga suka minta dan kalau jumlahnya banyak tetangga ngasi seadanya... Yah itung-itung sedekah atau minimal kalau di kasi duit bisa buat jajan anak sekolah...". Tutur Abi Diding kepada penulis ketika ditanya apa motivasinya memanfaatkan lahan sempit ini.

Menurut Abi Diding, rumah yang ditempatinya ini bukanlah rumah atau lahan miliknya. Abi Diding beserta istri nak anak juga gontrak disini secara kekeluargaan kepada pemiliknya.

Kebetulan dalam lahan itu mempunyai dua buah rumah yang secara tidak lansung terpisah beberapa meter. Yang satu di kontrak oleh Ibu Bidan (Bidan Nirmala), dan rumah yang satunya di kontrak oleh beliau.

Penampakan dari luar pagar tempat tinggal Abi Diding

Namun masih dalam lahan dan pagar yang sama. Tentu dengan banyaknya tanaman meliputi lahan  tersebut terasa asri dan sejuk mata memandangnya dan tentu saja sangat cocok berdekatan dengan Praktek Bidan dimana pasien yang menunggu giliran juga akan terasa asri karena di penuhi dengan kehijauan tanam-tanaman.

Dari infomasi yang penulis terima, Abi Diding ini tidak atau belum tergabung dalam kelompok tani manapun di Desa Karangtawang. Mungkin karena informasi yang belum dia dapatkan sepenuhnya, atau memang karena tadinya dia bukanlah petani tapi hanya beraktivitas berawal dari hobi agar bisa meringankan kebutuhan keluarga.

Menurut Penulis, Abi Diding salah satu individu yang memenuhi syarat sebagai "petani mandiri" dan berhasil memanfaatkan lahan meski bukan lahan miliknya. Dengan kemampuan dan modal seadanya, polybag dan pupuk harus di racik sendiri bahkan obat tanaman harus di beli pakai dana sendiri. Ini yang dimaksud oleh penulis benar-benar mandiri!?
Abi Diding di samping lahan tempat tinggalnya. terlihat sudah tersedia polybag yang masih kosong.

Antara pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang seperti kotoran kambing dan kotoran ayam dan beberapa bahan kimia petisida yang bahan lainya dengan takaran setiap satu gelas obat di campur per 25 liter air. Dan itu dilakukan satu minggu sekali untuk mengawal hama tanaman agar tidak merusak apa yang telah di usahakanya.

Penulis berharap akan semakin banyak warga yang mencontoh "hobi" Abi Diding ini. Jika dulu banyak warga hanya menghabiskan anggaran rumah tangga hanya untuk mempercantik halaman dengan tanaman hias, saat ini atas kesadaran bersama terutama dari segi ekonomi, beralihnya hobi masyarakat dari tanaman hias kepada tanaman pangan adalah suatu migrasi cara berfikir masyarakat yang sudah melihat bahwa "hobi juga bisa di jadikan penghasilan", kenapa tidak?

Kamis, 15 Agustus 2019

Cepat Kaya dengan Bisnis Bibit Tanaman. Permintaan Tinggi dan Laku Keras

Cepat Kaya dengan Bisnis Bibit Tanaman. Permintaan Tinggi dan Laku Keras
Bibit Tanaman 
Tak banyak yang tahu bisnis aneka bibit tanaman buah dan sayur-mayur sangat menjanjikan. Bibit tanaman yang berusia paling muda tiga minggu itu ternyata banyak diminati masyarakat, terutama petani, baik yang berskala besar maupun yang sekadar hobi untuk ditanam di pekarangan/halaman rumah.

Mereka membeli bibit tanaman di tempat yang menyediakan aneka bibit unggul atau pilihan yang berusia minimal tiga minggu.

Pemilik Central Argo Tani Suparman SP, misalnya, setiap hari bibit tanaman yang terjual antara 30-50 kotak, yang masing-masing kotak berisi 400 pohon bibit tanaman. Itu berarti, setiap hari bibit tanaman yang laku terjual antara 12.000 hingga 20.000 pohon.

"Banyak yang membeli terutama petani di sekitar sini maupun dari wilayah Gunungkidul dan Bantul. Setiap hari terjual antara 30 sampai 50 kotak, masing-masing kotak berisi 400 pohon," kata Suparman ketika ditemui harianbernas.com di tempat penjualan bibit di Jalan Tajem Pertigaan Babadan, Desa Wedomartani, Kec Ngemplak, Sabtu (4/6) pagi.

Menurut Suparman, harga setiap bibit tanaman tergantung jenis tanaman. Untuk cabai rawit dijual dengan harga 150/pohon dengan usia 3 minggu, terong Rp 110/pohon, tomat Rp 150/biji, pepaya Thailand Rp 1.500/pohon, pepaya California Rp 2.500/pohon. Selain bibit tanaman tersebut, Suparman juga menjual bibit tanaman jahe, sawi, bayem, kubis dan sebagainya.

Bibit Tanaman
Bila rata-rata terjual 20.000 bibit tanaman setiap hari dengan harga rata-rata Rp 100/pohon maka Suparman berhasil meraup hasil kotor Rp 2 juta per hari atau Rp 60 juta per bulan. Itu baru bibit tanaman. Padahal Suparman juga menjual aneka pupuk dan obat tanaman di kios yang berada bersebelahan dengan tempat jualan bibit tanaman.

Rosid, karyawan Central Agro Tani 2 yang ditemui Harian Bernas mengaku, setiap hari pasti ada yang datang membeli bibit tanaman tersebut. Mereka berasal dari Kab. Gunungkidul, Kab. Bantul, Kab. Kulonprogo maupun dari Kab Sleman. Bibit tanaman tersebut disemai di Secang, Magelang, lalu dibawa ke Sleman untuk dipasarkan. Selain di Babadan, Suparman juga memasarkan aneka bibit tamanan tersebut di Jalan Palagan Km 4 Perempatan Balong, Kec. Ngaglik, Kab. Sleman.

Suparman mengaku saat ini banyak petani yang menggeluti usaha bibit tanaman. Hal ini terjadi karena peluang bisnis tanaman sangat menjanjikan seiring dengan makin banyak orang yang melirik bidang pertanian sebagai lahan bisnis.

Salah seorang pembeli bibit tanaman di Central Agro Tani 2 milik Suparman, Sugeng Winoto yang ditemui Harian Bernas saat membeli tambahan 100 pohon bibit tanaman cabai rawit mengaku, ia lebih memilih membeli bibit tanaman yang sudah jadi ketimbang menanam benih sendiri.

Selama ini, ia memanfaatkan lahan seluas 750 meter persegi di Dusun Karanganyar, Desa Wedomartani, Kec Ngemplak, untuk ditanami aneka tanaman secara bergantian.

"Saat ini lahan saya tanami tanaman lombok karena harga lombok sedang tinggi. Usia tanaman lombok hingga panen hanya 3 bulan sehingga hasilnya cepat didapat," kata Sugeng Winoto yang sudah 15 tahun menjadi petani itu.

Dikatakan, dari lahan seluas 750 meter persegi itu ia bisa mendapakan hasil panen lomboh antara 4 sampai 5 kuintal. Sugeng mengaku menanaman tanaman secara bergantian untuk menghindari kejenuhan dan mecegah hama yang menyerang tanaman. Meski harga lombok saat ini naik-turun atau tidak stabul, Sugeng mengaku tetap menanam lombok karena selalu dibutuhkan masyarakat. "Meski harganya murah saya tetap mendapat untung meskipun untungnya kecil," kata Sugeng sambil memilih bibit tanaman cabai yang sehat dan segar.


Sumber: HarianBernas.com

Sistem Tanam Padi Ratun dan Salibu

Sistem Tanam Padi Ratun dan Salibu
Budidaya Padi Salibun dan Ratun hanya memerlukan sekali tanam, tiga kali masa panen

Di Indonesia budi daya padi dengan cara memangkas batang setelah panen banyak dilakukan untuk padi lokal yang berumur panjang. Setelah panen, tanaman utama akan dibiarkan tumbuh hingga musim tanam tahun berikutnya.

Di beberapa daerah di Indonesia, sistem budi daya tersebut disebut dengan nama Ratun atau Salibu, namun ada yang menyebutkan juga bahwa kedua jenis tersebut merupakan teknik yang berbeda.


Padi salibu berbeda dengan padi ratun.

Ratun adalah padi yang tumbuh dari batang sisa panen tanpa dilakukan pemangkasan batang, tunas akan muncul pada buku paling atas, suplai hara tetap dari batang lama. Dalam periode tersebut petani bisa memanen dalam waktu sekitar setengah dari periode tanaman utama, dengan produksi berkisar antara 40-60% dari panen tanaman utamanya.

Sistem Ratun - Tunas muncul dari batang padi yang sudah di pangkas sebelumnya

Salibu
(sekali tanam, panen berkali-kali) merupakan tanaman padi yang tumbuh lagi setelah batang sisa panen ditebas/dipangkas, tunas baru akan muncul dari buku yang ada di dalam tanah. Tunas ini akan mengeluarkan akar baru sehingga suplai hara tidak lagi tergantung pada batang lama, tunas ini bisa membelah atau bertunas lagi seperti padi tanaman pindah biasa, ini lah yang membuat pertumbuhan dan produktivitasnya sama atau lebih tinggi dibanding tanaman pertama.

Sistem Salibu - Tunas baru muncul dari buku di dalam tanah

Beberapa verietas padi yang mampu berproduksi baik untuk ditanam dengan sistem salibu seperti varietas Batang Piaman, Cisokan, Inpari 19, Inpari 21, Logawa, dan lain-lain.

Sedangkan untuk varietas padi sistem ratun yang cocok adalah Inbrida padi sawah irigasi (Inpari) 1-30 (Ciherang Sub-1), Ciherang, Mikongga, dan lain-lain.

Kedua sistem budi daya ini mempunyai keuntungan yang sama, di antaranya adalah:
  • Tanpa pengolahan tanah, penyemaian dan penanaman.
  • Tenaga kerja yang dibutuhkan lebih sedikit.
  • Biaya pupuk lebih sedikit.
  • Waktu panen lebih singkat.
  • Kebutuhan air irigasi lebih sedikit.
  • Biaya produksi menjadi lebih hemat.

Padi salibu menghasilkan anakan lebih banyak dibanding padi ratun konvensional, ini disebabkan karena pengaruh sifat genetik dan lingkungan, seperti ketersediaan air, tingkat kesuburan tanah, sinar matahari, suhu, serta keadaan hama dan penyakit tanaman.

Dari aspek fisiologi dan karakter morfologi menunjukan perakaran padi salibu lebih kuat dan luas sehingga proses penyerapan unsur hara lebih baik dibandingkan padi ratun.

Hal ini sangat berpengaruh pada jumlah anakan padi dan jumlah gabah per malai. Budidaya padi salibu dapat meningkatkan produktivitas padi per unit area dan per unit waktu, dan meningkatkan indeks panen dari sekali menjadi dua sampai tiga kali panen dalam setahun dengan hanya menanam satu kali.

Jika dibandingkan dengan teknologi ratun konvensional, salibu mampu menghasilkan jumlah anakan yang lebih banyak dan seragam, dan produktivitas bisa sama bahkan lebih tinggi dari tanaman utamanya.


Pemangkasan pada sistem salibu

Pertumbuhan tunas-tunas terjadi salah satunya karena adanya perlakuan pemangkasan. Tinggi pemangkasan batang menentukan jumlah mata tunas yang ada untuk pertumbuhan ulang. Oleh sebab itu tinggi pangkasan berpengaruh terhadap kemampuan pembentukan tunas salibu.

Teknik Panen Padi Sistem Salibu

Pemangkasan batang padi harus dekat dengan tanah, agar waktu tumbuh akar ke tanah dapat langsung masuk ke tanah, pemotongan batang 3-5 cm dari permukaan tanah.

Pertumbuhan tunas setelah dipotong sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air tanah. Pada saat panen sebaiknya kondisi air tanah dalam keadaan kapasitas lapang. Untuk mengimbangi kebutuhan unsur hara pada masa pertumbuhan anakan padi.

Salibu perlu pemupukan yang cukup, terutama hara nitrogen. Untuk menjaga pertumbuhan dan ketersediaan air, maka pertahankan kondisi air di permukaan lahan dalam keadaan macak-macak, di mana saluran pemasukan dan pengeluaran air dalam keadaan tertutup.


Pemangkasan pada sistem Ratun

Saat terbaik untuk panen tanaman padi yang dipersiapkan untuk padi ratun adalah pada saat tangkai atau batang jerami masih hijau, bulir padi belum matang penuh dan kering.

Sebaiknya pemanenan dilakukan 5 hari sebelum umur panen seperti tertera pada diskripsi varietas, karena pada kondisi seperti itu, batang padi secara fisiologis masih aktif untuk pertumbuhan anakan ratun.

Jika panen terlambat dapat menyebabkan daya tumbuh tunas berkurang, dan banyak gabah yang rontok dan pada saat tumbuh nanti akan menjadi gulma.

Sekitar dua minggu sebelum panen biasanya sawah dikeringkan untuk menyeragamkan kematangan malai.

Untuk keperluan padi ratun, pengeringan dimaksudkan untuk memperbaiki aerasi tanah dan menekan perkembangan hama dan penyakit dalam tanah. Setelah padi dipanen, sawah segera digenangi, setinggi kurang lebih 5 cm selama 2-3 hari. Kemudian air dikeluarkan lagi.

Penggenangan bertujuan untuk menjaga agar tanah tetap lembab sehingga batang padi yang masih berdiri tidak kering. Jika pada saat panen air tanah masih dalam kapasitas lapang, maka tidak perlu lagi digenangi.

Kelemahan dari kedua sistem ini adalah, karena tidak ada masa berat antara satu daur hidup tanaman dengan daur hidup berikutnya maka penerapan sistem budi daya padi salibu dan ratun akan lebih rentan terhadap berbagai kemungkinan serangan hama dan penyakit.


Referensi:
tabloidsahabatpetani.com
lampung.litbang.pertanian.go.id
indonesiabertanam.com

Rabu, 07 Agustus 2019

Desa Karangtawang Kikis Kemiskinan dengan Inovasi

Desa Karangtawang Kikis Kemiskinan dengan Inovasi
Kantor Kepala Desa Karangtawang - Kabupaten Kuningan

Warga Desa Karangtawang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mungkin tak pernah mengira bahwa desanya akan berubah signifikan.

Jalanan desa yang dulu becek dan berlumpur sekarang sudah jadi mulus dan bersih. Desa berudara sejuk ini semakin berbenah diri semenjak dana desa dicairkan untuk pembangunan desanya itu.

Permasalahan di Desa Karangtawang pada umumnya sama dengan desa lain yaitu masalah ekonomi. Mengatasi persoalan itu tentu membutuhkan beragam terobosan, agar bisa hidup sejahtera, dan berkecukupan yang menjadi impian semua orang.

Desa yang mempunyai penduduk sebanyak 4.365 jiwa dari 1.137 KK yang terbagi di tiga dusun itu perlu perbaikan ekonomi dan kesejahteraan hidup. Dengan landasan itu, pemerintah desa terus melakukan inovasi di berbagai bidang untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa.

Dana desa dari pemerintah pusat digunakan dalam usaha mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, melalui berbagai program yang disesuaikan dengan sumber daya yang tersedia di wilayahnya.

Sebelum ada dana desa, pemerintah desa hanya bisa mendapatkan anggaran dari hibah provinsi dan itu pun tidak seberapa, tentu untuk pembangunan fisik desa juga sangat kekurangan.

“Sebelum ada dana desa, kami (Pemerintah Desa) hanya mengandalkan dana dari provinsi dan tentu sangat sedikit,” kata Sekretaris Desa Karangtawang, Oleh Solehudin, beberapa waktu lalu.


Pembangunan infrastruktur

Dari dana desa pertama yang diperoleh, Pemerintah Desa Karangtawang langsung melakukan pembangunan infrastruktur desa, terutama jalan pedesaan yang dahulu hanya jalan setapak yang kalau hujan itu berlumpur dan jika musim kemarau berdebu, kini sudah ditata dengan jalan cor.

Desa Karangtawang kini tidak lagi memiliki jalan yang rusak, karena dari akses utama desa sampai jalan setapak sudah diperbaiki berkat dana desa.

“Lihat saja sekarang jalan tidak ada yang tanah, semua sudah kami beton, ini upaya untuk mempermudah akses masyarakat,” kata Oleh sambil menunjukkan jalan setapak yang sudah mulus.

Dana desa itu juga dipakai untuk menyulap kantor desa, yang dahulu hanya satu lantai dan sudah banyak yang rusak kini diubah menjadi dua lantai. Tidak hanya itu, kantor juga dibangun sebagai gedung serbaguna.

“Kami juga membuat gedung serbaguna, kadang digunakan untuk olahraga, tidak jarang juga dijadikan tempat resepsi pernikahan warga sekitar,” ujarnya.


Kikis Kemiskinan, Tingkatkan kesejahteraan

Oleh mengatakan dahulu penduduk miskin yang berada di Desa Karangtawang jumlahnya mencapai seribuan, namun kini penduduk miskin yang tercatat hanya ada 200-an orang saja, tentu ini merupakan kerja keras dari masyarakatnya sendiri dan juga peran pemerintah.

Gotong-royong menjadi salah satu kegiatan warga Desa Karangtawang

Inovasi terus dilakukan oleh pemerintah desanya untuk menjadikan warganya semakin mandiri secara ekonomi. Salah satunya adalah dengan membuat kios di jalan utama penghubung antar desa, di mana kios-kios itu disewakan kepada warga desa untuk dijadikan tempat usaha.

Saat ini kios yang dibangun menggunakan dana desa tersebut sudah bisa menggerakkan perekonomian warga sekitar dan nantinya akan terus dikembangkan, agar benar-benar bisa membantu meningkatkan kesejahteraan.

“Kami membangun delapan kios, yang dananya bersumber dari dana desa. Selain bisa memberikan peluang usaha kepada warga, juga bisa menjadi pemasukan kas desa untuk uang sewanya,” ujar Oleh.

Ke depan, kata Oleh, Pemerintah Desa Karangtawang akan berupaya membangun lebih banyak kios yang bisa disewakan kepada warga, dan bahkan berencana membangun pasar desa dalam rangka meningkatkan ekonomi warga. (Ant)


Sumber: Jurnal Jabar

Selasa, 30 Juli 2019

Petani, Ayo Tinggalkan Pola Pikir Konsumtif dan Beralih ke Ekonomis

Petani, Ayo Tinggalkan Pola Pikir Konsumtif dan Beralih ke Ekonomis
Panen dan Ubinan di Blok Tajur, Dusun Jatinunggal, Desa Karangtawang (photo oleh Ninin Setianingsih)

Tidak mudah memang namun harus di lakukan meski sulit bagaimana cara agar pola pikir petani bisa berubah dari pola pikir Konsumtif menjadi Ekonomis.

Hal ini karena saat kami dari tim penyuluhan Posluhdes Karangtawang berkali-kali mengunjungi Kelompok Tani dari berbagai Poktan dan berkomunikasi dalam bentuk non-formal alias ngobrol santai di beberapa kesempatan belum lama ini menilai bahwa cara berfikir petani masih dalam skala Konsumtif.

Kami di tim penyuluhan sangat berharap Petani-petani kami mampu keluar dari cara berfikir yang, "cukup makan ya udalah...". Tidak, jangan sampai demikian terus!

Artinya, petani jika bertani/berkebun, maka hasilnya tidak hanya untuk dimakan, tetapi juga bisa dijual. Dengan demikian, ada pendapatan bagi keluarga dari usaha bertani/berkebun tersebut agar mampu memperbaiki ekonomi keluarga petani tersebut.

Kegiatan Demo Trial Mapping Drone di Blok Tajur, Dusun Jatinunggal, Desa Karangtawang

Mengubah pola pikir petani tersebut harus diikuti dengan cara bertani. Menurutnya, petani dengan sistem tradisional, lebih cenderung membuka usaha pertanian hanya memenuhi kebutuhan makan saja, sedangkan petani modern, membuka usaha pertanian dengan tujuan meningkatkan ekonomi keluarga.

Dengan begitu petani modern dalam menjalankan usaha pertaniannya, tentu saja memakai teknologi modern, mulai penyiapan lahan, penanaman hingga pemanenan.

Penerimaan Benih dari APBN kepada Poktan Mujur Sari 2, Desa Karangtawang

Ayo silahkan datang atau undang kami dan bertanya dan diskusi kepada kami dari Tim Pelaksana Penyuluhan dan Pendaping dari PPL kita diskusikan dan musyawarahkan bagaimana cara agar petani-petani kita bisa berkembang dan mempunyai nilai produksi di tingkat pertanian. Ayo kita mulai dari Desa kita.

Inilah antara Olahan Beras Hitam yang Kaya Serat dan Nutrisi

Inilah antara Olahan Beras Hitam yang Kaya Serat dan Nutrisi
Beras Hitam 

Selain nasi merah, dikenal juga nasi hitam yang kini mulai populer karena kandungan nutrisi dan seratnya yang tinggi. Dikutip dari detikfood, nasi hitam bukanlah nasi putih yang dicampur dengan rumput laut atau tinta cumi.

Nasi yang juga kaya mineral ini berasal dari beras hitam (bukan ketan hitam), salah satu jenis beras unggulan. Meskipun jumlahnya belum terlalu banyak, karena tidak banyak ditanam, beras hitam bisa dibeli di pasar tradisional atau supermarket.

Mengolah beras hitam sama dengan beras biasa, bisa diaron lalu dikukus atau dimasak dalam rice cooker. Tapi jika ingin olahan lain yang lebih lezat, Anda bisa mencoba tiga resep sajian nasi hitam berikut ini.


1. Bubur Hitam Sosis Jagung


Bahan:

100 g beras hitam, cuci, tiriskan
100 g beras putih, cuci, tiriskan
750 ml kaldu tulang sapi
1 lembar daun salam
1 sdt garam

Topping:
1 sdm minyak sayur
30 g bawang Bombay, iris tipis
1 siung bawang putih, cincang
3 sdm biji jagung manis
4 buah sosis sapi, iris menyerong tipis
2 sdm saus BBQ
1 sdm saus cabai botolan
½ sdt merica bubuk
1 sdt garam

Cara membuat:
Rebus beras hitam dengan beras putih bersama daun salam dan garam hingga mendidih.
Aduk-aduk hingga mengental.
Topping: Tumis bawang Bombay dan bawang putih hingga layu.
Masukkan jagung. Aduk hingga layu.
Tambahkan sosis, aduk hingga kaku.
Masukkan bumbu, aduk hingga rata. Angkat.
Sajikan bubur dengan Toppingnya.

Untuk 4 orang


2. Nasi Hitam Sayuran


Bahan:

150 g beras hitam, cuci, tiriskan
1 sdm margarin
2 butir bawang merah, iris tipis
1 siung bawang putih, iris tipis
2 buah cabai hijau keriting, potong-potong
1 buah cabai merah keriting, potong-potong
50 g wortel, iris tipis panjang
50 g buncis, potong kasar
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt garam

Cara membuat:
Masak beras hingga menjadi nasi. Sisihkan.
Tumis bawang merah dan bawang putih hingga layu dan wangi.
Masukkan cabai, aduk hingga layu.
Tambahkan wortel dan buncis, aduk hingga layu.
Masukkan nasi hitam, dan bumbu, aduk hingga rata.
Angkat, sajikan panas.

Untuk 2 orang


3. Bubur Hitam Sambal Ikan


Bahan:

100 g beras hitam/merah, cuci, tiriskan
100 g beras putih, cuci, tiriskan
750 ml air
1 lembar daun salam
1 sdt garam

Sambal Ikan:
400 g daging ikan tongkol asap, suwir kasar
3 sdm minyak sayur
4 lembar daun jeruk
2 sdm air jeruk nipis
1 sdt gula pasir

Haluskan:
100 g cabai rawit merah
2 buah cabai merah
3 butir bawang merah
4 siung bawang putih
1 sdt garam

Pelengkap:
Daun kemangi

Cara membuat:
Rebus beras hitam/merah dengan beras putih bersama daun salam dan garam hingga mendidih.
Aduk-aduk hingga mengental.
Sambal Ikan: Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga matang.
Masukkan daun jeruk, aduk hingga wangi.
Tambahkan daging ikan asap, aduk hingga rata.
Masukkan air jeruk dan gula, aduk hingga rata. Angkat.
Taruh bubur dalam mangkuk saji.
Beri Sambal Ikan dan kemangi. Sajikan hangat.

Untuk 4 orang



Sumber: detikfood

Jumat, 26 Juli 2019

Inilah Daftar Makanan Ringan dari Singkong untuk Bisnis dan Cemilan

Inilah Daftar Makanan Ringan dari Singkong untuk Bisnis dan Cemilan
Ada banyak cara kreasi makanan berbahan dasar Singkong

Singkong
, makanan yang satu ini dapat dijadikan sebagai pengganti nasi karena kerbohidratnya dan daunnya bisa dijadikan sayur. Kadar gizinya juga cukup lengkap. Dalam 100 gram singkong terdapat kalori sebanyak 121 kal, air 62,5 gram, fosfor 40 gram, kalsium, 33 miligram, karbohidrat 34 gram, vitamin C 30 gram, protein 1,2 gram, besi 0,7 miligram, lemak 0,3 gram dan vitamin B1 0,01 miligram.

Sedangkan dalam daun singkong terdapat protein, kalsium, fosfor, besi, vitamin A dan vitamin C Singkong ini sangat enak dijadikan berbagai macam makanan ringan. Ada banyak jenis makanan ringan yang dapat diolah dari singkong.

Berikut di bawah ini Kreasi makanan yang di olah berbahan dasar singkong.


Keripik Singkong

Keripik Singkong (gambar oleh sajiansedap.com)

Makanan ringan pertama yang dapat dibuat dari singkong adalah keripik singkong. Makanan yang satu ini sangat cocok dijadikan sebagai cemilan saat kumpul bersama keluarga, menonton televisi dan saat-saat bersantai. Keripik singkong biasanya diberi bumbu rasa keju, barbeque dan masih banyak lagi yang membuat rasanya semakin enak.

Keripik singkong ini juga cocok untuk dijadikan sebagai bisnis. Bahkan sempat ada keripik singkong pedas yang menjadi sangat populer. Keripik singkong ini memiliki beberapa tingkat level kepedasan yang memiliki logo emak-emak berkonde.

Promosi yang dilakukan adalah melalui twitter dan penjualannya melalui para reseller menggunakan mobil yang berhenti di suatu tempat yang oleh pemilik brand  ini diberi istilah “gentayangan”.

Setiap ada mobil yang menjual produk ini “gentayangan” maka akun Twitter dari produk ini akan update status tentang lokasi dari mobil yang “gentayangan” tersebut. Namun sekarang, produk ini sudah dijual di minimarket yang tersebar di Indonesia.


Singkong Goreng

Singkong Goreng (gambar oleh sajiansedap.com)

Makanan ringan dari singkong lainnya adalah singkong goreng. Proses pembuatan dari singkong goreng ini relatif lebih mudah daripada keripik singkong. Singkong goreng juga cocok untuk disantap saat santai atau saat menonton televisi. Singkong goreng juga bisa ditambahkan bumbu keju, barbeque, pizza, dll sesuai selera untuk menambah cita rasa seperti pada keripik singkong.


Tape atau Peuyeum

Tape atau Peuyeum (gambar oleh buruan.co)

Kalo di Bandung, tape singkong dikenal dengan nama peuyeum. Tape merupakan makanan yang terbuat dari singkong yang difermentasi. Tape tidak hanya terbuat dari singkong tapi juga ada tape yang terbuat dari ketan. Rasanya yang manis dan sedikit asam menjadi ciri khas rasa yang melekat pada tape.

Cara membuat tape secara garis besar adalah pertama-tama kupas singkong, lalu cuci singkong hingga bersih menggunakan air yang mengalir dan kukus singkong hingga matang. Biarkan singkong hingga dingin lalu berilah ragi. Tutup singkong yang telah diberi ragi menggunakan daun pisang dan diamkan 2 hari 2 malam.

Singkon yang sudah diolah menjadi tape pun bisa diolah lagi menjadi tape goreng, bolu tape, puding tape, es tape, kolak tape dan masih banyak lagi sehingga tape ini dapat menjadi cemilan enak atau menu makanan penutup anda.


Comro atau Gemet

Comro atau Gemet (gambar oleh apasih)

Makanan ringan selanjutnya yang dapat diolah dari tape adalah comro. Comro ini merupakan makanan khas Bandung yang cukup populer. Nama comro sendiri diambil dari singkatan “oncom di jero” yang merupakan bahasa Sunda yang artinya adalah oncom di dalam. Comro sangat enak dinikmati saat masih hangat.


Misro

Misro (gambar oleh cookpad.com)

Kalo tadi comro, sekaranga ada misro. Misro ini sangat mirip dengan comro. Yang membedakan misro dengan comro hanyalah isinya. Comro diisi dengan oncom sedangkan misro diisi dengan gula jawa.

Misro merupakan singkatan dari “amis di jero” yang memiliki arti manis di dalam. Biasanya para penjual gorengan membedakan misro dengan comro dengan membuat bentuk yang berbeda. Misro dibuat dalam bentuk lonjong sedangkan comro dibuat dalam bentuk pipih.


Getuk

Getuk (gambar oleh travelingyuk.com)

Getuk adalah makanan ringan yang dibuat dari singkong. Getuk ini mudah ditemukan di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Biasanya getuk dijadikan sebagai oleh-oleh atau juga bisa dijadikan sebagai cemilan. Pembuatan getuk adalah getuk direbus lalu dihaluskan dengan cara digiling. Supaya lebih nikmat, getuk dihidangkan dengan parutan kelapa.


Singkong Bakar

Singkong Bakar (gambar oleh cookpad.com)

Selain digoreng, singkong juga sangat nikmat jika dibakar. Setelah matang, anda dapat menikmati singkong bakar ini dengan bumbu seperti pada keripik singkong atau singkong goreng. Singkong bakar sangat nikmat dimakan saat malam hari bersama orang-orang terdekat kita.


Singkong Rebus

Singkong Rebus

Makanan ringan dari singkong selanjutnya yang dapat diolah dari singkong adalah singkong rebus. Membuat singkong rebus relatif lebih mudah daripada membuat singkong bakar. Selain lebih mudah, singkong rebus juga lebih sehat daripada singkong bakar. Singkong rebus paling enak dimakan dengan tambahan parutan keju atau gula aren yang telah dicairkan.


Donat Singkong

Donat Singkong (gambar oleh rancahpost.com)

Donat adalah makanan ringan yang digoreng yang dibuat dari adonan tepung terigu, telur, gula dan mentega. Donat paling banyak dibuat dengan lubang di tengah. Donat yang pertama kali ditemukan juga memiliki lubang di tengah karena ditemukan bagian tengah yang tidak matang. Seiring perkembangan zaman, sekarang donat juga ada yang tanpa lubang dengan berbagai macam isi seperti selai coklat, stroberi, blueberry, dll.

Jika anda memiliki singkong di rumah, anda dapat menambahkannya sebagai bahan dari pembuatan donat. Untuk proses pembuatannya hampir sama seperti membuat donat pada umumnya namun terdapat penambahan singkong pada adonan.


Kolak Singkong

Kolak Singkong (gambar oleh grid.id)

Kolak singkong dapat menjadi menu makanan ringan dari singkong untuk berbuka puasa. Bagi anda yang memiliki stok singkong banyak di Bulan Ramadhan, mengolahnya menjadi kolak singkong dapat menjadi pilihan yang tepat. Cukup siapkan bahan tambahan gula aren cair, santan, kayu manis dan daun pandan.

Jika semua bahan telah siap, masak gula aren cair, kayu manis dan daun pandan hingga panas. Masukkan santan kental dan aduk hingga mendidih. Angkat dan campurkan dengan singkong yang telah direbus. Kolak singkong siap untuk dinikmati. Selain untuk menu buka puasa, kolak singkong juga dapat digunakan untuk menu penutup.


Bolu Singkong Kukus

Bolu Singkong (gambar oleh bukalapak)

Bolu biasanya dihidangkan pada acara istimewa seperti pada resepsi pernikahan atau pesta ulang tahun. Makanan yang berbahan dasar tepung, telur dan gula ini juga dapat dibuat menggunakan bahan tambahan singkong.

Singkong dapat diolah menjadi berbagai macam bolu seperti bolu singkong kukus, bolu singkong keju, bolu singkong pandan, bolu singkong panggang, bolu singkong coklat, bolu singkong susu dan masih banyak lagi.


Klepon Singkong

Klepon Singkong

Klepon merupakan makanan tradisional Indonesia yang masuk dalam kelompok jajanan pasar. Klepon terbuat dari tepung beras ketan dan diisi dengan gula aren cair. Makanan ini memiliki rasa yang menggugah selera. Rasa gurih yang didapat dari tepung ketan beras ditambah dengan rasa manis dari gula aren yang keluar dari klepon yang digigit di dalam mulut membuat siapa saja ketagihan dengan makanan ini.


Bola-Bola Singkong

Bola-bola Singkong (gambar oleh fimela.com)

Makanan ringan dari singkong yang satu ini benar-benar mudah untuk dibuat. Bagi anda yang ingin membuatnya, bahan-bahan yang diperlukan pun sangat sederhana. Cukup siapkan singkong, susu kental manis, meses atau parutan keju untuk taburan sesuai selera dan garam secukupnya.

Jika bahan-bahan telah siap, kupas dan cuci singkong lalu kukus hingga benar-benar empuk. Tumbuk singkong sampai benar-benar halus lalu tambahkan susu kental manis dan sedikit garam. Bulatkan adonan singkong dengan ukuran sesuai selera. Yang terakhir, tambahkan meses atau parutan keju untuk topping sesuai selera.


Sentiling atau Cenil

Sentiling atau Cenil

Sentiling merupakan kue tradisional Indonesia yang termasuk dalam jajanan pasar. Sentiling ini biasanya dibuat dengan warna-warni pelangi ditambah dengan parutan kelapa. Makanan ini memiliki rasa yang manis dengan tekstur yang kenyal ditambah dengan rasa gurih yang didapat dari parutan kelapa.


Kroket Singkong

Kroket Singkong (gambar oleh fimela.com)

Nama kroket diambil dari Bahasa Perancis. Di Indonesia, kroket biasanya terbuat dari kentang yang ditumbuk halus. Isi dari kroket biasanya adalah daging cincang yang dicampur dengan sayuran seperti wortel. Namun untuk kroket singkong ini, bahan baku kentang diganti dengan singkong.

Jadi, bagi anda yang memiliki stok singkong di rumah, membuat kroket singkong dapat dijadikan pilihan untuk menu makan anda.

Itu dia kumpulan makanan ringan yang dapat dibuat menggunakan singkong. Semoga bermanfaat dan dapat menjadi referensi untuk anda.



Sumber: afikrubik

Kamis, 25 Juli 2019

Begini cara menanam Singkong Berbuah Banyak dan Besar

Singkong berkualitas besar dan banyak (gambar oleh bebeja.com)

Menanam Singkong yang benar agar berbuah banyak dan besar merupakan keinginan terbesar dari semua petani khususnya di Indonesia, banyak sekali petani gagal di bidang pertanian singkong karena kebanyakan dari mereka tidak menyadari bahwa ada Cara tersendiri untuk Menanam Singkong Agar Berbuah Banyak. Tentu kebanggaan yang tidak akan pernah terlupakan jika Anda berhasil menanam singkong dengan hasil yang berkualitas. Artinya singkong yang anda tanam mampu berbuah banyak dan memiliki ukuran yang besar.

Singkong ada dua jenis dengan bahasa Indonesia yaitu ubi kayu dan ubi jalar. keduanya memiliki nama yang sama tapi dengan arti yang berbeda. Untuk kali ini kami hanya akan memberikan beberapa tips cara menanam singkong dengan teknik budidaya yang baik yang bisa anda terapkan di pekarangan rumah maupun sawah.

Budidaya singkong

Panduan Lengkap Budidaya Singkong Yang Baik dan Benar ini telah saya buktikan sendiri di lahan sempit yaitu pekarangan rumah juga sawah sendiri. Anda tidak perlu membeli pupuk jenis apapun, semua permasalah yakni cara Menanam Ubi Kayu / Singkong Berbuah Banyak dan Besar ini hanya bisa Anda temukan disini. Untuk itu silahkan simak panduannya dibawah ini.


Bagaimana cara Menanam singkong agar berbuah banyak

Ada beberapa tips yang harus Anda ketahui agar hasil kerja keras Anda membuahkan hasil... Tentu itu kan yang Anda inginkan...? Berikut Tips Yang perlu Anda Ketahui untuk memperoleh hasil panen yang melimpah:

  • A. Pemilihan Bibit Singkong

Bibit yang baik adalah kunci keberhasilan Anda dalam masa panen nanti.. Seperti apa bibit singkong yang baik...? Bibit Singkong yang baik yaitu pohon tidak terlalu tua dan juga tidak terlalu muda. Hal ini merupakan cara untuk memperoleh singkong hasil maksimal.
Ciri-ciri bibit singkong yaitu:

  1. Warna Pohon Tidak terlalu Putih atau Kekuningan ( Bibit sudah Tua) 
  2. Warna Pohon Tidak Terlalu Hijau atau kemerahan ( Bibit Masih Muda) 

Nah untuk mendapatkan bibit yang berkualitas ambillah Batang pohon singkong di mulai dari bawah dengan jarak keatas 40 cm. Maksudnya 40 Cm kebawah jangan Anda gunakan sebagai bibit. Itu sudah tua dan untuk batas pemotongan keatas yaitu dengan melihat mata tangkai. Jika menurut Anda mata tangkai sudah terlalu muncul dan warna kulit kehijauan jangan Anda gunakan untuk pembibitan.

  • B. Ukuran Bibit

Perhatikan juga ukuran bibit yang akan anda gunakan untuk ditanam. Ukuran bibit yang baik yaitu dengan panjang maksimal 35 Cm dan dengan Diameter 6 Cm. Jika anda mampu mengkalkulasi kan pembibitan tersebut, saya yakin di masa panen nanti Anda kan mendapatkan banyak buah singkong dalam satu pohon.

Tips diatas sudah saya buktikan sendiri dirumah dan hasil yang saya dapatkan sesuai dengan yang saya harapkan yaitu singkong mampu berbuah banyak tapi buah yang dihasilkan masih berukuran kecil. Untuk itu agar lebih puas yaitu agar buah singkong menjadi besar ada yang harus diperhatikan dalam proses penanaman singkong yaitu tentunya menggunakan cara budidaya singkong yang baik.

Untuk memperbesar ubi singkong Anda harus tahu cara menanam singkong yang benar dan juga Anda harus memperhatikan beberapa hal dibawah ini:


  • A. Perhatikan Jarak Tanaman Ubi / Singkong Yang baik

Harusnya Anda menyesuaikan jarak antar tanaman satu dengan yang lainnya. Untuk mengetahui jarak penanaman yaitu dengan memanfaatkan logika pikiran Anda. coba Jawab Pertanyaan ini, "Berapa Ukuran Panjang singkong yang berkualitas Unggul....?"

Jarak Tanaman Singkong perlu mendapat perhatian (gambar oleh desapertanian.com)

Pada Umumnya, Ukuran Panjang singkong yang memiliki kualitas unggulan mencapai 50 Cm - 60 Cm dan pasti dengan singkong berukuran tersebut memiliki tekstur ukuran yang besar pula. Maka dari itu saya sarankan berilah jarak Tanaman minimal antara 70 Cm - 80 Cm untuk satu tanaman dengan tanaman lainnya, hal ini akan memudahkan singkong dalam mencari kadar air yang terkandung dalam tanah sehingga dengan demikian singkong memperoleh makanan yang diperlukan untuk pertumbuhannya.


  • B. Perhatikan Tekstur Tanah yang akan ditanami Singkong

Hal ini merupakan hal penting yang harus Anda ketahui yaitu cara menanam singkong yang baik dan benar.. dibutuhkan Lahan dengan tanah Gambur mengandung sedikit kadar air artinya tanah yang akan digunakan untuk menanam singkong adalah jenis tanah yang tidak lembab tetapi mengandung air. Jika tanah yang digunakan terlalu lembab maka hasil dari isi singkong sendiri akan kecil bulat dan rasa tidak enak karena banyak mengandung kadar air tadi.

Bisanya didaerah pegunungan banyak lahan tanah dengan kadar air yang tinggi, dengan demikian hasil perolehan singkong yang ditanam akan banyak mengandung kadar air dan juga tidak terlalu besar. Untuk mengatasi hal ini silahkan Cangkul tanah tersebut atau buat gundukan dengan tinggi 15 Cm untuk menghindari kelembaban yang berlebihan yang mengakibatkan pertumbuhan kurang baik

Semua Tips cara menanam singkong diatas adalah yang biasa para petani singkong sukses terapkan. Mudah mudahan Anda mampu memahami informasi tersebut. Untuk cara menanam singkong bisa anda lihat lihat dibawah ini,


Cara Menanam Singkong

Silahkan Anda Tanam Batang pohon Sedalam 10 Cm atau kurang dari ukuran tersebut, tujuannya untuk tidak menancapkan Batang pohon terlalu dalam yaitu agar akar mudah tumbuh dan menyebar yang nantinya akan membuahkan singkong yang besar, kemudian jika sudah berumur 2 Minggu yaitu pohon singkong sudah tumbuh Dau 3 - 4 tangkai Silahkan Anda Bacok atau dengan kata lain gemburkan tanah kembali dengan cara mencangkul dan meninggikan gundukan di bawah pohon singkong.

Tujuannha untuk proses penyebaran akar yang nantinya akan menjadi bakal singkong untuk tumbuh kebawah dan samping sehingga akan menghasilkan singkong yang besar nantinya sambil menghembuskan tanah gunakan juga pupuk kandang secukupnya agar membantu proses penguburan sehingga perkembangan tanaman singkong akan cepat dan baik.

Silahkan tunggu sampai batas waktu masa panen yaitu berkisar antara 8 - 9 bukan atau dengan ciri ciri yang terlihat yaitu singkong yang sudah siap dipanen mempunyai ciri-ciri daun mulai mengurangi dan tangkai mulai gugur itu menandakan bahwa singkong siap di panen.

Bagaimana, apakah cara menanam singkong ini bisa membantu Anda. Silahkan Anda praktekkan di pekarangan rumah terlebih dahulu dengan skala kecil agar tidak memakan waktu lama dan jika berhasil Anda bisa mengulang dengan penanaman skala besar dan apabila hasil praktek Anda kurang memuaskan Anda bisa baca kembali informasi cara menanam singkong ini dan bisa Anda amati ulang sampai benar-benar paham.


Sumber: hargamedia

Rabu, 24 Juli 2019

Produk Kerupuk Seblak Kreasi Makanan Cemilan

Produk Kerupuk Seblak Kreasi Makanan Cemilan
Aneka Kerupuk Seblak Dua Putri

Oleh Ilham Badru Zaman


Memang tidak di pungkiri ada banyak makanan cemilan atau jajanan pasar hasil kreasi ibu rumahtangga yang enak di pasaran. Namun beberapa di antaranya cukup enak dan membuat kita ingin memakanya lagi.

Kreasi Industri jajanan pasar rumahan oleh ibu-ibu rumahtangga adalah salah satu inisiatif warga dalam menunjang atau menambah ekonomi keluarga. Salah satunya Kerupuk Seblak buatan Ibu Iyus Restini dari Desa Karangtawang ini.

Tanpa sengaja penulis melihat makanan ringan yang terlihat gurih dan enak ketika penulis berbelanja di sebuah warung tak jauh dari rumah penulis.
Sambil memesan kopi penulis mencoba Kerupuk Seblak yang menjadi lirikan pandang pertama.
Terdapat dua jenis ukuran bungkusannya, saya mencoba yang kecil. Saya tanyakan kepada Ibu Iyusnya berapa harganya...

"Bu berfapa harga kerupuk ini perbungkusnya?" Sambil membuka bungkus yang kecil dan mulai memakanya.

"Oh yang kecil sebungkus dua ribu, dan yang bungkus besar lima ribu". Jawab si ibu sambil beres-beres warungnya.

Aneka Kerupuk Seblak Dua Putri kreasi Ibu Iyus Restini

Sambil melahap kerupuk tersebut saya mulai merasakan rasa bumbu yang di aduk bersama Kerupuk Seblak tersebut. Tenyata sangat enak dan rasa pedas gurih dan sangat sesuai dimakan bersama nasi atau mie goreng atau makanan lainya.

Sambil menikmatinya saya bertanya kepada si ibu penjual warunngnya,

"Memangnya kerupuk ini terbuat dari apa bu? Enak banget rasanya. Boleh itu jelaskan bagaimana proses pembuatanya, mungkin nanti saya bisa merekomendasikan ke teman-teman yang ingin mencobanya..."

Agak sedikit tertarik untuk menjelaskannya ibu itu mulai bercerita...

Menurut si Ibu warung, kerupuk yang beliau jual tersebut sebenarnya kerupuk yang sudah jadi namun masih mentah. Dan menurut si Ibu, kerupuk itu di olah lagi dengan bumbu-bumbu yang di padukan dengan rasa-rasa pedas, asing dan sedikit manis sehingga ketika dimakan terasa gurih lalu membungkusnya sesuai kebutuhan pembeli.

Tambah si ibu lagi, kalau beliau telah melakukan usaha rumahan dengan sejak lama dan semakin hari ada saja pelanggan yang datang berulang-ulang untuk membelinya.

Sehari si ibu bisa memproduksi lebih 100 bungkus dan kadang jika ada acara kenduri atau hajatan oleh warga, kerupuk seblak ini men jadi salah satu pesanan yang di pesan oleh warga yang mempunyai acara hajatan tersebut.

Tak lupa saya meminta izin kepada ibu warung untuk memphoto kerupuk beliau dan menjelaskan bahwa saya akan menyumbangkan pengalaman ini dalam bentuk tulisan melalui situs blog Posluhdes Karangtawang. Dan si ibu tidak keberatan malah sebaliknya mengucapkan terima kasih karena membantu memediasi kan produk rumahan kerasinya yang enak tersebut.

Bagi yang ingin mencoba bisa lasung ke warung Ibu Iyus Restini di Desa Karangtawang, Dusun Babakan. Atau bisa lansung menghibungi beliau di nomor Telpon/Whatsapp 087847466592

Semoga kedepanya produk-produk hasil kreasi warga ini menjadi contoh yang baik buat para ibu-ibu rumahtangga terutama di perdesaan dimana rata-rata penghasilan warga adalah hasil pertanian.

Tidak mustahil jika produk-produk hasil pertanian lain juga bisa menjadi usaha mandiri warga untuk mampu menyuntik ekonomi dan penghasilan keluarga.

Semoga tulisan ini bermanfaat, Wassalam.

Tips

[Tips][recentbylabel2]

Produksi

[Produksi][recentbylabel2]
Notifikasi :
Selamat Datang di situs web Posluhdes Karangtawang.
Semoga bermanfaat untuk semua pengunjung!
OK